Menteri yang santer dikabarkan akan diganti, dari Rini Soemarno sampai Sudirman

Selasa, 22 Desember 2015 | 05:58 WIB ET
Rini Soemarno (istimewa)
Rini Soemarno (istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Isu reshuffle jilid kedua di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla semakin menguat. Analis dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Kusfiardi, sejumlah menteri di sektor perekonomian serta Jaksa Agung bakal diganti Presiden Joko Widodo. 

Dia menjelaskan, patokan perlu digantinya menteri di sektor ekonomi adalah peningkatan dalam kinerja untuk memperkuat kesejahteraan rakyat.

“Jika dilihat hampir semua menteri yang terkait perekonomian dan kesejahteraan rakyat kinerjanya buruk. Data BPS menyebutkan, pertumbuhan ekonomi melambat, pengangguran bertambah dan kemiskinan meningkat,” ujar Kusfiardi.

Dia menjelaskan, sejumlah nama yang berpeluang diganti adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Bambang, Menteri ESDM Sudirman Said dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Dari kabar yang beredar, sosok Wahyu Sakti Trenggono mendapat dorongan dari sejumlah partai untuk masuk kabinet menggantikan Rini Soemarno di kursi Menteri BUMN. Wahyu adalah bekas bendahara PAN dan dikenal sebagai salah satu tim sukses Jokowi.

Sedangkan posisi Menteri Keuangan akan diduduki Sri Adiningsih. Sri saat ini adalah Ketua Dewan Pertimbangan Presiden. Kemudian Sudirman Said disebut-sebut akan digantikan mantan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Raden Sukhyar yang berpengalaman lebih dari 30 tahun di sektor ESDM.

Adapun Jaksa Agung HM Prasetyo dikabarkan bakal diganti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia periode 2013-2015, Hamdan Zoelva.

Menurut Kusfiardi, saat ini presiden butuh sosok yang bisa menghadirkan kebijakan yang lebih memberi ruang bagi tumbuhnya perekonomian nasional dan majunya kesejahteraan rakyat. kbc9

Bagikan artikel ini: