Program konversi BBM ke BBG Jokowi jalan di tempat

Selasa, 20 Oktober 2015 | 20:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Anggota VII DPR, Ramson Siagian, mendesak pemerintah segera merealisasikan program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Pasalnya,hingga saat ini konversi BBM ke BBG tidak terlihat kinerjanya.

Padahal, Ramson menambahkan, pihaknya berharap banyak pada kebijakan tersebut. Karena, dengan adanya konversi BBM ke BBG, setidaknya masyarakat bisa menggunakan energi bersih, juga bisa mengurangi ketergantungan impor minyak.

"Konversi BBM ke BBG hingga hari ini nol, semakin tidak jelas. Padahal infrastruktur SPBG sudah tersebar," ujar Ramson kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya W Yudha juga menilai pemerintah tidak serius menjalankan konversi BBM ke BBG, karena hingga saat ini pihaknya belum mendapatkanroadmap kebijakan tersebut.

Menurut Satya, dalam kebijakan konversi BBM ke BBG, pemerintah harus solid antara satu dengan yang lainnya, karena tidak bisa program tersebut hanya dijalankan satu kementerian.

Salah satu penyebab mandegnya program tersebut adalah regulasi di sektor otomotif, untuk penggunaan dual fuel masih belum jelas. Setiap kendaraan baru yang dihasilkan masih terfokus pada penggunaan BBM.

Akibat program konversi BBM ke BBG tidak jelas, anggaran Ditjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  untuk periode 2016 hanya disepakati Rp 2,3 triliun, jauh di bawah pengajuan yang mencapai Rp 3,2 triliun. kbc11

Bagikan artikel ini: