ToniJack's akan go public di 2014

Kamis, 1 Oktober 2009 | 16:53 WIB ET
Gerai ToniJack's di Plasa Surabaya. (Purna Budi/kabarbisnis.com)
Gerai ToniJack's di Plasa Surabaya. (Purna Budi/kabarbisnis.com)

JAKARTA - ToniJack's Indonesia akan mencatatkan sahamnya di lantai bursa atau go public dalam lima tahun kedepan. Untuk itu, perseroan fokus menambah jumlah gerainya hingga 200 gerai.

"Kami targetkan sudah bisa go public pada 2014. Setidaknya saat kita sudah punya 100 restoran dengan kelas seperti ini," kata pemilik ToniJack's Bambang Rachmadi di Jakarta, Kamis (1/10/09).

ToniJack's Indonesia hari ini, Kamis (1/10/09), telah mengoperasikan 13 restoran di Jakarta, Bandung, dan Surabaya di bekas outlet McDonald’s.

Beroperasinya ke-13 restoran tersebut menyusul pencabutan resmi hak waralaba McDonald’s oleh McDonald’s Corporation Amerika Serikat dari Bambang Rachmadi pada 1 Oktober 2009.

Menurut Bambang, ToniJack's Indonesia akan terus bertambah hingga 100-200 restoran dalam tiga sampai empat tahun ke depan. Terkait rencana go public, nantinya karyawan akan diberikan tiga opsi, yaitu mereka akan tetap bekerja di sini, menjadi pemegang saham dengan membeli saham di market atau membuka franchise.

“Kami telah melakukan perubahan sistem di 13 gerai tersebut. Dengan sistem yang ada tersebut, saya optimis targetnya akan tercapai. Apalagi 13 gerai tersebut, sebelumnya merupakan 13 dari 20 gerai terbaik yang dimiliki McD Indonesia,” tegas Bambang.

Menurut dia, ToniJack’s akan terus berkembang sembari mengingatkan bahwa McD waktu tahun 1955 juga memiliki kondisi yang sama dengan ToniJack’s saat ini. “Bahkan mereka tidak punya uang untuk bayar gaji, kalau kita kan tidak begitu," jelasnya.

Bahkan, ia meyakini makanan yang dijualnya jauh akan lebih enak dari restoran yang dulu pernah dikelolanya. "Rasanya ini lebih enak dari kompetitor kita, makanya tagline kita better than that one," ujar Bambang.

Sementara untuk besar investasi yang dikeluarkannya, Bambang mengaku, tidak besar. Menurut dia, investasi dalam jumlah besar baru akan dilakukan saat ia membuka gerai baru. Selain itu 13 gerai itu akan beroperasi 24 jam. "Investasi baru dibutuhkan untuk pembukaan restoran baru kedepan," katanya. kbc3/i

Bagikan artikel ini: