Gerakkan pertumbuhan ekonomi, Telkomsel perkuat jaringan di daerah perbatasan

Minggu, 16 Agustus 2015 | 04:54 WIB ET

NUNUKAN, kabarbisnis.com: Operator telekomunikasi Telkomsel berupaya memperkuat jaringan di daerah-daerah perbatasan negara dengan menghadirkan layanan pita lebar (broadband). Hal ini ditandai dengan beroperasinya 128 Base Transceiver Station (BTS) 3G di titik-titik perbatasan dan pulau terdepan.

Acara peresmian dipusatkan di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, di mana di lokasi tersebut Telkomsel mengaktifkan 10 BTS 3G tambahan yang mampu melayani kebutuhan akses broadband masyarakat setempat.

Kehadiran BTS Tekomsel di wilayah-wilayah perbatasan amat penting mengingat lokasi tersebut secara geopolitik sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Saat ini secara nasional, Telkomsel memiliki lebih dari 480 BTS (3G & 2G) di daerah perbatasan. "Di sisi lain, hadirnya BTS 3G di lokasi-lokasi perbatasan yang memungkinkan masyarakat setempat untuk menikmati layanan data juga diharapkan akan mampu mempercepat pertumbuhan perekonomian, membuka peluang usaha, bahkan lapangan kerja baru," ujar Direktur Sales Telkomsel, Masud Khamid dalam keterangan resminya.

Dia mengatakan, penyediaan jaringan telekomunikasi di daerah perbatasan memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi beratnya medan yang harus ditempuh. "Namun daerah-daerah tersebut merupakan daerah yang strategis untuk menegaskan kedaulatan NKRI sehingga apapun tantangannya tidak menjadi halangan bagi kami untuk hadir," tegas Masud.

Dia menambahkan, peningkatan akses layanan data di daerah perbatasan diharapkan juga dapat membantu Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya dalam menunjang berbagai kegiatan operasional tentara yang bertugas di garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara.

Dalam kesempatan ini Telkomsel juga memberikan bantuan sarana pendidikan untuk masyarakat serta sarana telekomunikasi untuk TNI di wilaperbatasan.

Saat ini BTS-BTS Telkomsel di daerah terdepan di antaranya berbatasan dengan negara Papua Nugini (Merauke dan Jayapura), Australia (Pulau Rote), Timor Leste (Atambua), Filipina (Sangihe), Malaysia (Sebatik-Nunukan), Singapura (Batam), dan Vietnam (Kepulauan Natuna). kbc5

Bagikan artikel ini: