Tergerus pelemahan daya beli, laba McDonald's susut 13,3%

Selasa, 28 Juli 2015 | 14:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pelemahan daya beli konsumen rupanya juga melanda pasar global. Perusahaan makanan siap saji McDonald's misalnya, melaporkan laba bersih pada kuartal II tahun ini menurun, lantaran lesunya penjualan di semua segmen produk.

Pada akhir Juni 2015, pendapatan yang dicatat perusahaan ini mencapai US$6,5 miliar atau turun 9,5 persen. Dari jumlah itu, laba bersih yang dicatatkan juga menurun menjadi US$1,2 miliar atau minus 13,3 persen.

CEO McDonald's Steve Easterbrook, yang diangkat menduduki posisi tersebut pada awal tahun ini menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah merespon penurunan tersebut dengan menyiapkan sejumlah rencana bisnis.

"Ketika kinerja perusahaan pada kuartal II mengecewakan, kami melihat ada hal positif ke depannya. Kami mengincar pada kuartal III penjualan akan membaik secara global," ujarnya, baru-baru ini.

"Saya percaya bahwa perusahaan menciptakan transformasi untuk menjadi lebih modern, dengan menjadi restoran burger yang lebih baik," ungkapnya.

Salah satu strategi yang diambil Easterbrook adalah mendorong lebih banyak jaringan waralaba, merestrukturisasi operasional secara global dan memangkas biaya. Langkah lainnya yang juga diambil adalah penyederhanaan menu serta all-day breakfast service. kbc10

Bagikan artikel ini: