Kuartal III, pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan meningkat

Senin, 13 Juli 2015 | 05:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit pada semester kedua akan kembali membaik. Alasannya, kinerja penyaluran pinjaman pada Juni 2015 yang mulai meningkat serta ditopang rencana realisasi anggaran pemerintah. Ini tentu menjadi harapan positif mengingat sepanjang lima bulan pertama tahun ini kredit hanya tumbuh terbatas.

Gubernur Bank Indonesia Agus D. W. Martowardojo mengakui, pihaknya sempat khawatir menengok pertumbuhan kredit perbankan pada Mei 2015 yang hanya tumbuh pada kisaran 2% secara year to date (y-t-d). Namun, melihat realisasi pertumbuhan kredit pada Juni 2015 yang telah menyentuh posisi 3% y-t-d, Agus meyakini hingga akhir tahun nanti pinjaman akan meningkat sesuai proyeksi bank sentral.

“Kalau sekarang pertumbuhan bisa mencapai 3% dan saya melihat ini yang akan membuat pertumbuhan kredit sepanjang tahun ini bisa mencapai 11%-13%,” ujar Agus, akhir pekan lalu.

Apalagi, Agus menilai pemerintah kian berkomitmen untuk merealisasikan anggarannya sehingga turut berdampak pada pembaikan perkembangan investasi. Dengan kondisi tersebut, Agus meyakini hingga akhir tahun nanti, ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini akan berada di posisi 5%-5,4%.

Adapun, dari data Analisis Uang Beredar (M2) Mei 2015 yang dipublikasikan BI menunjukan pertumbuhan kredit pada lima bulan pertama tahun ini hanya tumbuh 2,28% secara year to date (y-t-d) dari Rp3.707,9 triliun pada Desember 2014 menjadi Rp3.792,8 triliun.

Sementara itu, dari data Survei Perbankan Triwulan II-2015 yang dipublikasikan BI menunjukkan, kalangan perbankan yang mewakili sekitar 80% dari nilai total kredit bank umum secara nasional, meyakini pertumbuhan kredit bakal mulai meningkat pada kuartal III/2015. Menguatnya pertumbuhan kredit tersebut disumbang perkiraan membaiknya kondisi ekonomi Indonesia dan meningkatnya kecukupan modal bank.

Namun, kendati diproyeksikan akan meningkat pada kuartal III/2015, hasil Survei Perbankan menunjukkan pertumbuhan kredit pada triwulan II/2015 tak setinggi periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut juga tercermin dari kenaikan presentase responden yang tidak mencapai target kredit dari 67,4% menjadi 73,3%.

Data Survei Perbankan Triwulan II-2105 juga merekam optimisme para pelaku di industri perbankan terhadap pertumbuhan kredit kian tergerus dibanding hasil survei sebelumnya. Pasalnya, dari revisi target para responden survei, pertumbuhan kredit pada tahun ini hanya diproyeksikan tumbuh sebesar 12,2% secara year on year (y-o-y) atau turun dari bidikan sebelumnya di posisi 17,1% y-o-y. kbc10

Bagikan artikel ini: