Pakde Karwo minta PLN beri perhatian ke kepulauan di Madura

Selasa, 9 Juni 2015 | 07:11 WIB ET

Surabaya, kabarbisnis.com: Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa memberi perhatian khusus pada pembangunan infrastruktur listrik di wilayah Kepulauan Madura. Di sana, sampai saat ini rasio elektrifikasinya masih sangat rendah.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan rasio elektrifikasi di wilayah Kepulauan Madura saat ini baru mencapai 49,7 persen. "Banyak wilayah belum teraliri listrik," kata Soekarwo.

Rasio elektrifikasi di wilayah Kepulauan Madura di bawah rata-rata wilayah lain di Jawa Timur yang mencapai 82,7 persen, yang artinya hampir semua wilayah sudah teraliri listrik.

Soekarwo menjelaskan salah satu penyebab rendahnya elektrifikasi di wilayah kepulauan Madura adalah kondisi topografi di Madura, dimana satu kampung hanya terdapat 10 rumah dan jarak kampung satu dengan yang lain juga sangat jauh. "Dengan kondisi itu biaya yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur kelistrikan juga membengkak," kata Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo.

Untuk mengaasi kendala itu, Pemprov Jatim sebenarnya sudah mencarikan solusi dengan mengganggarkan dana multiyears untuk membantu PLN membangun infrastruktur di Madura selama tiga tahun. Pada 2013 lalu, rencana itu mulai digulirkan dengan anggaran sebesar Rp 75 miliar per tahun. Namun rencana itu terkendala aturan bahwa hibah pada BUMN tidak diperbolehkan. "Tapi sekarang dimungkinkan meski harus duduk bersama dengan BPK untuk dibahas lebih dulu batasannya, sebab ini demi kepentingan rakyat," kata Soekarwo. kbc6

Bagikan artikel ini: