Pro-kontra di Gerindra terkait Prabowo jadi Menteri

Minggu, 6 September 2009 | 21:19 WIB ET

JAKARTA - Pro dan kontra terjadi ini Partai Gerindra menyusul beredarnya nama Prabowo Subianto sebagai calon Menteri Pertanian dalam kabinet SBY-Boediono mendatang.

“Hal ini juga terjadi di partai yang lain jika ingin menentukan posisi apakah bergabung dengan pemerintahan atau di luar,” kata Dewan Pembina Gerindra Permadi.

Dijelaskan mantan politisi PDIP ini, pihaknya tidak mau berandai-andai. Bila memang ya, dan kalau tidak bagaimana. “Dan itu belum tentu, yang pasti belum ada keputusan," kata mantan politisi PDIP ini.

Mengenai pertemuan Prabowo dengan SBY, diakui Permadi, pernah dilakukan. Namun hal tersebut ketika terjadi ribut-ribut pasa pemboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton 17 Juli lalu.

"Disitu salah seorang pembantu SBY sempat menawarkan, tapi belum ada keputusan. Mas prabowo belum melaporkan apa-apa lebih lanjut," jelas Permadi.

Nama Prabowo Subianto disebut-sebut menjadi Menteri Pertanian dalam kabinet SBY-Boediono mendatang. Jika hal itu benar, Partai Gerindra mengaku ikhlas menerima.

"Jika Gerindra bergabung dalam pemerintahan SBY, tapi kami sudah sepakat 100% keputusan ada ditangan mas Prabowo. Jadi seandainya dia terima kita ikhlas, andai dia menolak kita dukung," ujar anggota Permadi.

Hal itu diutarakan dia sebelum acara pembekalan anggota DPRD dan DPR pusat dari 34 DPD Partai Gerindra se Indonesia, di Hotel Redtop, Pecenongan, Jakarta, Minggu (6/9/09). Menurut dia, permasalahannya sekarang ini adalah apakah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu menerima tawaran menjadi menteri.

"Itu yang belum pernah dirapatkan. Jadi bagaimanapun mas Prabowo itu tokoh Gerindra. Jadi keputusan pasti minta persetujuan dari para petinggi Gerindra yang lain. Sampai sekarang belum ada rapat untuk menyetujui atau tidak mas Prabowo jadi menteri," tuturnya. Inilah.com

Bagikan artikel ini: