Bea materai surat berharga bakal didasarkan persentase

Jum'at, 6 Maret 2015 | 10:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal menerapkan besaran tarif ad valorem untuk bea materai surat-surat berharga termasuk saham.  Tarif ad valorem ini adalah pajak yang dikenakan berdasarkan angka persentase tertentu dari nilai barang. 

“Kalau saham per lembar harganya Rp 100.000, kalau tarif bea materainya 1 persen dari itu berarti yang dipungut Rp 1.000,” kata Direktur Peraturan Perpajakan I, DJP, Kemenkeu, Irawan, di Jakarta, Kamis (5/3/2015). 

Menurut dia, ke depan DJP Kemenkeu berencana menggunakan tarif ad valorem untuk dokumen-dokumen diantaranya pengalihan properti, saham, dan surat-surat berharga lain. “Benchmarking ini sudah internasional. Singapura juga seperti itu, istilahnya stamp duty,” kata Irawan. 

Kasubdit Peraturan PPN, Perdagangan, Jasa, dan Pajak Tidak Langsung Lain DJP Oktria Hendrarji menambahkan, adapun yang mau disasar dengan tarif ad valorem tersebut adalah segala jenis transaksi surat berharga ataupun pengalihan aset. “Kita juga akan berkomunikasi dengan bursa terkait ini,” kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: