Dihantam dollar dan BBM, pertumbuhan ekonomi Jatim 2014 anjlok jadi 5,86%

Kamis, 5 Februari 2015 | 15:27 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim mencatat pertumbuhan ekonomi di Jatim pada 2014 berkisar di angka 5,86%, melambat dibanding tahun 2013 sebesar 6,08%. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Jatim tahun lalu masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi secara nasional yang berkisar di angka 5,02%.

Kepala BPS Jatim, M Sairi Hasbullah, mengatakan ada banyak faktor yang menghantam perekonomian Jatim pada tahun lalu.

"Selain kenaikan BBM pada akhir tahun lalu yang berimbas pada banyak sektor, ada faktor eksternal lain yang juga memberikan andil menghambat pertumbuhan ekonomi," katanya kepada wartawan di Surabaya, Kamis (5/2/2015).

Ia menyebutkan, faktor eksternal lain yang membuat perekonomian Jatim melambat tahun lalu diantaranya melamahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollarjuga dibarengi dengan penurunan permintaan ekspor dari Jatim.

Selain itu, sektor perekonomian lain di Jatim seperti pertanian juga mengalami perlambatan. "Untuk sektor perekonomian masih dipengaruhi oleh faktor musim yang mengakibatkan panen tidak optimal," imbuh Sairi.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2014, industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,22%, diikuti Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,85% dan Konstruksi sebesar 0,50%.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,88%. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit sebesar 13,39%. kbc8

 

Bagikan artikel ini: