Bisnis online travel mulai gerogoti omzet biro perjalanan wisata

Kamis, 23 Oktober 2014 | 06:51 WIB ET

BALIKPAPAN, kabarbisnis.com: Jika sepuluh tahun lalu calon wisatawan atau bahkan calon penumpang pesawat harus mendatangi biro perjalanan wisata (travel agent) untuk memesan tiket pesawat atau booking hotel, kini hal itu mulai ditinggalkan. Mereka kapan pun dan di manapun sudah bisa dengan mudah melakukan pemesanan melalui online.

Kondisi itu mulai mengancam keberlangsungan industri perjalanan wisata yang mulai merasakan menyusutnya omzet penjualannya.

Keluhan itu disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Asnawi Bahar di Balikpapan, belum lama ini terkait Rapat Kerja Nasional ke-3 Asita yang digelar di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada 16-18 Oktober. Online travel ini menjadi salah satu yang dibahas dalam rakernas tersebut.

”Online travel, atau sering disebut online ticketing ini, kebanyakan tidak berbadan hukum dan tak terdaftar di Asita. Market share kami untuk domestik dan internasional yang saat ini 70% dan 80% mulai terganggu pada 2014 karena online travel,” kata Asnawi.

Hal lain yang semakin mengherankan, kata Asnawi, bisnis online travel ini pun bisa memasuki sistem tiket pesawat. Ia pernah mengutarakan ini dengan salah satu maskapai dan maskapai tersebut membenarkan. Namun, maskapai membiarkan.

”Malah bisa terjadi tiket pesawat yang mereka (online travel) jual lebih murah daripada tiket yang kami jual. Ini bagaimana? Mungkin karena yang penting tiket laku, maskapai belum berpikir dampaknya bagi Asita dan juga bagi pariwisata,” ujarnya.

Meski begitu, kata Asnawi, sekitar 6.000 biro perjalanan yang bernaung di bawah Asita tidak takut menghadapi bisnis online travel. Alasannya, biro-biro perjalanan itu tak hanya menjual tiket, tetapi juga pelayanan.

”Tentu kami juga meningkatkan diri di online. Namun, Asita butuh dukungan riil pemerintah. Atau apakah pemerintah mau bisnis online travel dijalankan orang yang hanya bawa koper dan bermodal Rp 500.000, tak berbadan hukum, dan tak punya kewajiban membayar pajak?” katanya.kbc10

Bagikan artikel ini: