Kenaikan cukai rokok tertinggi 16,9% di tahun depan

Sabtu, 18 Oktober 2014 | 11:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan industri rokok dan produk tembakau kembali dihadapkan pada kenaikan tarif cukai mulai awal tahun 2015. Ini menyusul rencana pemerintah yang menetapkan kenaikan tarif produk ini.

Menteri Keuangan Chatib Basri menegaskan, rata-rata kenaikan tarif cukai adalah 8,72%. Kenaikan tarif yang paling rendah untuk SKT IIIB, karena produksinya tak lebih dari 350 juta batang.

"Kenaikan cukai itu ada di level SKN karena produksinya besar. Jadi itu melindungi yang kecil," katanya di Kemenkeu, Jumat (17/10/2014).

Dipaparkannya, tarif baru untuk SPM golongan I menjadi Rp 425 per batang atau naik 11,84 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada SKM golongan I, dari Rp 355 per batang menjadi Rp 416 per batang, atau naik Rp 16,9 persen.

Sedangkan untuk SKT, terjadi pada golongan II, dari tarif Rp 110 per batang menjadi Rp 125 per batang atau naik 13,64 persen. Secara keseluruhan kenaikan tarif cukai hasil tembakau 2015, mencapai 8,27 persen.

Selain kenaikan untuk produk SKM, SPM, SKT yang dibagi 13 layer harga, dengan tarif terendah Rp 80 dan tertinggi Rp 425 per batang. Kenaikan juga terjadi pada cerutu, klobot, kelembak menyan, tembakau iris, dan hasil pengolahan tembakau sebesar 10 persen.

Chatib mengatakan, pemberlakuan tarif anyar per 1 Januari 2015 diharapkan mendorong penerimaan negara. Paling tidak, target penerimaan cukai mencapai Rp 120 triliun. "Itu sudah dipertimbangkan dan ini yang paling optimal. Yang kretek itu lebih rendah," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: