Usai terima Jokowi, Prabowo ajak pendukungnya bersikap ksatria

Jum'at, 17 Oktober 2014 | 23:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kurang dari tiga hari menjelang pelantikannya sebagai presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) menemui Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jumat (17/10/2014). Prabowo pun merasa terhormat atas kedatangan Jokowi ke kediaman orangtuanya.

"Saya terhormat kedatangam Jokowi. Saya menerima Pak Jokowi di rumah almarhum bapak saya," ujar Prabowo di kediamannya Jalan Kertanegara nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta (17/10/2014).

Namun pertemuan tertutup tersebut hanya berlangsung sekira selama 10 menit, lantaran kedua tokoh ingin melaksanakan salat Jumat.

Tak lupa mantan Danjen Kopassus tersebut mengucapkan selamat atas Jokowi yang pada 20 Oktober resmi dilantik menjadi Presiden RI periode 2014-2019. Menurutnya, Jokowi akan mampu menjaga keutuhan Indonesia.

"Ucapan selamat atas diangkat dilantik menjadi presiden. Dan saya menyampaikan bahwa saya yakin beliau orang patriot, saya yakin di hati beliau paling dalam keinginan kami sama keutuhuan RI lewat Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sebagai komitmen kita itu," jelasnya.

Sementara itu usai menerima konjungan Jokowi tersebut, Prabowo kembali mengingatkan bahwa para pesaing politiknya tetap menjadi bagian saudara dalam berbangsa dan bernegara.

"Memang ada pihak-pihak yang penuh kebencian, prasangka buruk, keserakahan, kedengkian dan jiwa yang curang. Tapi ingat dari awal saya menganjurkan kepada lingkungan saya, pendukung saya, sahabat-sahabat saya, apa yang saya tuntut dari diri saya sendiri yaitu berjiwalah sebagai seorang ksatria, sebagai seorang pendekar," tegas Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/10/2014).

Jika ada pihak yang menebarkan kebencian, fitnah, lanjut Prabowo, maka bukan berarti pihaknya harus balas dengan sikap yang sama. Tidak elok kata dia bila fitnah dibalas fitnah, maupun kebencian dibalas kebencian.

"Janganlah kita bertindak sebagai individu yang berjiwa Kurawa. Itulah sikap saya, dan karena itulah saya memilih jalan yang saya tempuh sekarang. Bukan berarti kita merendahkan nilai-nilai kita atau perjuangan kita. Semakin kita merasa benar, semakin pula kita harus rela menghormati orang lain, pihak lain," ungkapnya.

Prabowo menambahkan, kalau orang lain bisa menghormati, pihaknya tentu juga akan memberi hormat kepada orang tersebut. Bahkan kalaupun mereka tidak hormat kepadanya lanjut Prabowo, tidak ada salahnya penghormatan itu tetap dilakukan.

"Saya mohon semua pendukung-pendukung saya untuk memahami hal ini. Saya mengerti sebagian dari saudara-saudara belum bisa menerima sikap saya. Tetapi percayalah, seorang pendekar, seorang kesatria harus tegar, harus selalu memilih jalan yang baik, jalan yang benar. Menghindari kekerasan sedapat mungkin. Menjauhi permusuhan dan kebencian. Karena itulah saya sadar bahwa seorang pemimpin sejati, pemimpin yang bertanggung jawab selalu harus memilih jalan yang sejuk. Apalagi kalau ini adalah untuk menjaga kepentingan, keutuhan bangsa yang kita cintai," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: