Hore, BTN pertimbangkan penurunan bunga KPR

Jum'at, 3 Oktober 2014 | 09:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Masyarakat yang berniat membeli rumah dengan skema kredit pemilikan rumah (KPR) melalui PT Bank Tabungan Negara, Tbk (BTN) bisa tersenyum. Pasalnya, BUMN ini tengah mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga KPR.

BTN memang menjadi acuan sejumlah bank dalam menetapkan bunga KPR, mengingat bank ini telah lama bermain di segmen ini.

"Kita akan menyesuaikan. Sedang dihitung dulu," ujar Direktur Utama BTN Maryono usai Penandatanganan MoU antara BTN dan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom), Kamis (2/10/2014).

Berdasarkan data Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) per 30 Juni, bunga kredit KPR sebesar 11,5 persen, kredit konsumsi non KPR sebesar 12 persen, kredit mikro sebesar 18,75 persen, kredit ritel per 12,25 persen dan kredit korporasi sebesar 10,85 persen.

Selain suku bunga KPR, BTN pun akan menurunkan suku bunga kredit lainnya paling tidak 3 bulan setelah penurunan bunga deposito. Per 1 Oktober, BTN telah menurunkan suku bunga deposito menjadi 9,75 persen, sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelumnya, BTN mematok bunga deposito sebesar 10,25 persen untuk tenor 1-3 bulan.

Penurunan bunga kredit baru dilakukan setelah ada penurunan biaya dana atau cost of funds.

"Kita tak bisa turunkan bunga seketika untuk dana. Yang bisa diturunkan adalah deposito jatuh tempo sehingga kita hitung cost of fund berubah, setiap ada jatuh tempo bisa turun. Makanya paling cepat tiga bulan," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: