China larang pakai nama samaran di sosial media

Senin, 11 Agustus 2014 | 09:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: China merupakan salah satu negara yang cukup ketat terhadap warganya khususnya pengguna sosial media. Salah satunya dengan melarang menggunakan nama samaran atau bukan nama asli.

Seperti dilansir Xinhua News, akhir pekan lalu, dengan adanya aturan ini pengguna yang ingin mendaftar ke layanan seperti WeChat misalnya, tidak akan bisa mendapatkan akses sampai mereka lolos 'pemeriksaan' mengenai background dan informasi sesuai identitas penduduk mereka.

Sementara mereka yang sebelumnya sudah memiliki akun jejaring sosial, akan dibatasi aksesnya hingga mereka mendaftarkan nama aslinya. Sebagai tambahan, pengguna juga diminta mematuhi tujuh aturan pokok saat menggunakan sosial media.

Aturan dalam daftar itu antara lain termasuk menghormati kepentingan nasional, menjaga ketertiban umum dan penegakan sistem sosial sesuai ketentuan pemerintah China.

Juru bicara State Internet Information Office (SIIO) China mengklaim, sekelompok orang menggunaka layanan chat online untuk menyebarkan opini, fitnah, rumor meresahkan isu terorisme, kekerasan hingga pornografi.

Jika pengguna melanggar aturan, konten yang dianggap bertentangan akan langsung dihapus. Akun yang bersangkutan akan langsung ditutup, bahkan mereka bisa diseret ke pihak berwenang untuk diinterogasi. kbc10

Bagikan artikel ini: