Pasar potensial, Fortune Mate kembangkan pergudangan dekat Teluk Lamong

Sabtu, 28 Juni 2014 | 02:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dibangunnya pelabuhan Teluk Lamong di Surabaya rupanya memberi peluang tersendiri bagi emiten pengembang properti PT Fortune Mate Indonesia Tbk. Perusahaan ini berhasil mengembangkan proyek properti jenis pergudangan di kawasan ini seluas 10 hektare.

Direktur Fortune Aprianto Soesanto mengatakan, saat ini perseroan tengah mengembangkan proyek pergudangan dengan nama Pusat Pergudangan Romokalisari (PPR) Surabaya. Saat ini, lahan tersebut sudah siap dibangun dan ditargetkan mulai bisa diserakan ke konsumen akhir tahun 2014 nanti.

"Kita optimistis proyek perseroan akan ditangkap konsumen dengan baik, karena selain lokasinya yang strategis yakni dekat dengan pelabuhan Teluk Lamong dan memiliki akses langsung ke jalan tol, kita juga menerapkan estate manajemen," kata Aprianto usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Surabaya, Jumat (27/6/2014).

Keyakinan tersebut ia buktikan dengan telah terjualnya Pusat Pergudangan Romokalisari sebanyak 40 unit dari total 125 unit gudang yang ia bangun di areal itu. "Padahal, harga yang ditawarkan tidaklah murah, yakni di kisaran Rp 2,5 miliar per unit dengan rata-rata berukuran 440 meter persegi.

Selain pergudangan, saat ini perseroan juga fokus pada pengembangan proyek properti hunian klaster Palm Emerald di Sememi Benowo Surabaya. Proyek hunian seluas 5 hektare tersebut lokasinya menyatu dengan proyek properti perseroan yang sudah ada, yakni Palm Oasis.

" Di Palm Emerald, kami akan bangun sekitar 100 unit rumah segmen menengah yang sudah kita tawarkan dengan harga mulai Rp 500 jutaan per unit," ungkap Aprianto didampingi Direktur perseroan, Donny Gunawan.

Sementara untuk pengembangan dua proyek tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 45 miliar, dimana sebesar Rp 25 miliar untuk pengembangan Pusat Pergudangan Romokalisari, pengembangan Emerald dialokasikan sebanyak Rp 10 miliar, dan untuk kebutuhan landbank disisihkan sebesar Rp 5 miliar.

Sepanjang tahun 2013, perseroan telah membukukan pendapatan Rp50,7 miliar dari sektor housing development atau tumbuh 36% dibandingkan 2012 yakni Rp37,31 miliar. Selama ini, perseroan memiliki 4 proyek hunian, yakni Palm Residence, The Green Tamansari, Palm Oasis, dan Royal Oasis. Keseluruhan proyek tersebut berlokasi di Surabaya.

"Untuk tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 60 miliar, dimana sebesar Rp 25 miliar diharapkan bisa didapat dari pergudangan, dan Rp 35 miliar dari housing," ujar Aprianto. kbc7

Bagikan artikel ini: