Pakuwon mulai masuki bisnis rumah sakit

Kamis, 26 Juni 2014 | 12:54 WIB ET

Jakarta, kabarbisnis.om: PT Pakuwon Jadi Tbk (PWON) mengakuisisi rumah sakit Usaha Insani dari PT Surya Cipta Medika. Akuisisi ini setelah mendapat jaminan kredit dari BCA senilai Rp200 miliar.

Perseroan mengakuisi melalui anak usahanya PT Pakuwon Sentra Wisata (PSW). Dalam melakukan rencana tersebut, PSW menggandeng PT Elang Mahkota Corpora (EMC) yang merupakan anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan PT Menjangan Saktu (Mensa).

Konsorsium ini membeli saham milik PT Surya Cipta Medika (SCM). Sedangkan SCM merupakan induk dari PT Surya Mitra Insani dan PT Gaha Mitra Insani (GMI). Demikian mengutip keterangan resmi perseroan, Kamis (26/6/2014).

Rencana transaksi dengna pemberian jaminan berupa corprate guanrantee atas peminjaman dana dari BCA sebesar Rp200 miliar. Pinjaman dilakukan SMI dan GMI berdasarkan perjanjian kredit 5 Februari 2014.

Untuk membiayai akuisisi ini SMI mendapat jaminan dari pemegang saham sejumlah Rp93,2 miliar dan SMI mendapat jaminan Rp73,2 miliar. SMI dan GMI memperoleh peluang mendapatkan pinjaman dari BCA. SMI dan GMI akan memanfaatkan dana pinjaman dari BCA untuk melunasi seluruh pinjaman kepada pemegang saham, melunasi utang sisa pembayaran saat akuisisi aset dan untuk keperluan modal kerja.

Dengan transaksi ini maka PSW memperoleh kembali dana yang sebelumnya dipinjamkan untuk keperluan investasi yang lebih menguntungkan perseroan. Usaha perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha melalui ekspansi ke lini bisnis kesehatan dan rumah sakit tetap dapat terwujud.

Caranya dengan summbangan laba dari SMI dan GMI berdasarkan besaran investasi perseroan di kedua perusahaan tersebut. Rumah sakit tersebut akan dpaat mendukung proggram Corporate Social Responsibility.

Jumlah dan penggunaaan fasilitas kredit dari BCA kepada GMI dengan jumlah maksimal Rp96,7 m,iliar untuk melunasi utang kepada pemegang saham sebesar R[p73,2 miliar. Selain itu untuk melunasi sisa pembayaran pembelian tanah dan bangunan RSUI sebesar Rp23,5 miliar.

Untuk fasilitas kredit investasi dari BCA kepada SMI dengan jumlah pokok maksimal Rp93,2 miliar untuk mengakuisisi RSUI. Sedangkan fasilitas kredit lokal dengan jumlah tidak melebihi Rp10 miliar.

Sedangkan tingkat bunga sebesar suku bunga deposito 3 bulan BCA ditambah margin 3 persen per tahun. Pembayaran utang pokok beserta bunga selama 7 tahun termasuk masa tenggang angsuran pokok selama 1 tahun. kbc9

Bagikan artikel ini: