Keberhasilan konversi BBM ke BBG bergantung ketegasan regulasi

Rabu, 25 Juni 2014 | 17:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Keberhasilan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) bergantung kepada pemerintah itu sendiri. Artinya, apakah pemerintah mampu menerbitkan regulasi yang tegas untuk dipatuhi semua pihak berkomitmen mengoptimalkan gas bumi.

"Keberanian itu harus tertuang dalam aturan yang jelas, sehingga mampu mendorong pembangunan infrastruktur seperti jaringan pipa gas dan SPBG,"ujar Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas Niaga) Jugi Prajogio di sela pertemuan stakeholders berkenaan gas bumi, di Jakarta, Rabu (25/6/2014)

Jugi mengatakan, regulasi yang diperlukan itu misalnya pemerintah harus mampu memaksa badan usaha untuk mengurangi keberadaan tangki dan dispenser BBM di SPBU dan digantikan dengan dispenser gas. Strategi ini sama saat konversi minyak tanah ke elpiji, dimana minyak tanah ditarik, kemudian pemerintah menyediakan elpijinya.

"Supaya SPBG bisa jalan harus ada aturan yang jelas, seperti dulu kerosin ditarik, diganti elpiji 3 kilogram," kata dia.

Jugi mencontohkan, misalkan pemerintah menetapkan agar dari delapan tangki BBM yang ada di SPBU harus ada satu yang menyediakan gas. Setiap tahun jumlah dispenser gas harus ditambah, dari delapan tangki harus ada dua dispenser untuk gas. Penambahan dispenser gas harus ditingkatkan jika konversi BBM ke BBG ingin cepat terlaksana.

Namun untuk membangun SPBG Online, menurutnya, akan sedikit terkendala karena letak SPBG online yang harus berdekatan dengan jaringan pipa Compressed Natural Gas (CNG). Jalur pipa CNG yang ada selama ini di desain untuk memenuhi kebutuhan gas industri, sehingga belum tentu bisa diaplikasikan untuk CNG transportasi.

Sedangkan untuk pengadaan konverter kit, kata Jugi, Kementerian ESDM bersama Kementerian Perindustrian harus berkoordinasi agar pengadaan konverter kit bisa lebih murah bagi masyarakat umum. Kendaraan keluaran baru juga mesti harus memiliki kemampuan dual fuel (BBM dan gas), sehingga tidak perlu lagi menunggu keberadaan konverter kit untuk BBG.kbc11

Bagikan artikel ini: