Pasang konverter kit di anak usaha PGN ini bisa bayar cicil

Kamis, 20 Maret 2014 | 07:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) oleh pemerintah memang belum mendapat respon positif dari masyarakat atau pemiik kendaraan bermotor. Mahalnya harga dan biaya pemasangan alat pengubah bahan bakar (konverter kit) menjadi salah satu alasannya.

Melihat kenyataan ini, PT Gagas Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara tbk membuat program pemasangan konverterkit dengan cara dicicil. Maklum harga untuk satu unit konverter kit tersebut lumayan mahal, yakni hingga Rp 15 juta.

Presiden Direktur PT Gagas Energi Danny Praditya mengatakan, pihaknya membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin memasang konverter kit dengan cara mencicil dengan program 'Gasku Card'. "Biaya konverter kit sekitar 15 juta, kita akan keluarkan Gasku Card," Danny, dalam diskusi peluang bisnis hilirisasi migas, di Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Cara ini dilakukan untuk mendorong program konversi BBM ke BBG. Pasalnya, masyarakat akan lebih ringan jika memasang konverter kit dengan cara dicicil. Selain itu dengan kartu tersebut pemilik kendaraan akan mendapat gas gratis.

"Bapak Ibu mengeluarkan Rp 60 ribu per hari atau Rp 1,5 juta perbulan, bapak ibu dapat konverter kit dan gas gratis, itu upaya yang kami lakukan konversi BBM ke BBG," ungkapnya.

Danny menambahkan, pada tahun ini anak usaha Perusahaan Gas Negara (PGN) tersebut menargetkan 5.000 kendaraan yang menggunakan gas. Namun hal ini membutuhkan dukungan banyak pihak. "2014 kami mengincar 5 ribu pelanggan gas. Butuh peran pemeritahnya, dan pelaku usaha untuk mendukung program ini," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: