Terminal penyimpanan gas alam cair di Bekasi beroperasi Oktober 2014

Senin, 17 Maret 2014 | 13:22 WIB ET
(lustrasi/yellow)
(lustrasi/yellow)

BEKASI, kabarbisnis.com: Bauran energi ramah lingkungan akan bertambah pada sistem kelistrikan Jawa Bali. Hal itu seiring akan dioperasikan terminal penyimpanan gas alam cair (storage compressed natural gas/CNG) yang akan mengaliri gas ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat pada Oktober 2013.

"Storage CNG Plant Muara Tawar dibangun dengan investasi Rp 557 miliar dan dibangun sejak 1 Juli 2013. Proyek ini diharapkan beroperasi pada bulan Oktober 2014 mendatang,"ujar Direktur PT PLN Pembangkit Jawa Bali (PJB) Amir Rosidin di Muara Tawar, Bekasi, Senin (17/3/2014).

Amir menambahkan, apabila terminal CNG Muara Tawar dapat selesai pengerjaannya maka akan mampu menghemat biaya operasional pembangkit dari BBM hingga Rp 1,789 trliun per tahun. "Bila terminal CNG selesai dibangun akan hemat Rp 1,789 triliun per tahun," imbuhnya.

Amir mengatakan,selama ini PLTG Muara Tawar mendapat pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina EP dengan konsumsi rata-rata sekitar 180 british thermal unit per hari (BBTUD). Sementara kebutuhan beban puncak hampir mencapai 300 BBTUD, namun di luar waktu beban puncak sebanyak 100 BBTUD.

"Kurang pasokan gas saat beban puncak selama ini digantikan oleh BBM sebesar 203.000 kilo liter (Kl) per tahun," ujar Amir.

Amir menuturkan, storage CNG Muara Tawar tersebut memang telah dilengkapi dengan stasiun pengisian bahan bakar gas untuk Natural Gas Vehicle (NGV) dan dijadikan kendaraan operasional di instalasi tersebut.

"Saat ini ada 4 unit NGV yang dioperasikan di UP Muara Tawar dan 18 unit di UP Gresik," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: