Subsidi BBM dan BBG berpotensi lampaui Rp250 triliun

Senin, 6 Januari 2014 | 19:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG) berpotensi melewati Rp 250 triliun. Jumlah tersebut tentunya jauh di atas target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 sebesar Rp 199,9 triliun.

Dirjen Anggaran Askolani di Jakarta, Senin (6/1/2013) menuturkan, potensi membengkaknya pembayaran yang akan dikeluarkan pemerintah itu itu terkait pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Begitu pula asumsi pembelian mean oil platts Singapore (Mops) yang lebih tinggi dari pagu di APBN-P.

Askolani mengatakan, saat ini baru menetapkan realisasi subsidi BBM dan BBG sementara 2013 sebesar Rp 210 triliun. Pun juga secara volume, realisasi subsidi BBM sebesar 47 juta Kilo Liter (KL) atau 1 juta KL target 48 juta KL

Dengan demikian, subsidi yang jebol 2013 lebih disebabkan karena dua faktor yakni kurs rupiah dan harga MOPS.Kendati begitu,menurut Askolani,untuk memastikan jumlah pasti angka subsidi itu harus menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sementara, realisasi subsidi listrik dipastikan sebesar Rp 100 triliun atau sesuai pagu dalam APBN-P 2013. Dalam hal ini pemerintah dianggap bisa mengendalikan besaran subsidi listrik sehingga tak melampaui target.

Kesempatan sama, Menteri Keuangan Chatib Basri menjelaskan sementara ini pemerintah baru akan membayarkan subsidi BBM dan BBG serta BBN sebesar Rp 210 triliun sambil menunggu hasil audit BPK. Kemenkeu, katanya, tidak akan membayar selisih kekurangan subsidi sepenuhnya sebelum ada putusan hasil audit BPK.

"Kalau mau hitung realisasinya setelah audit. Karena Rp 250 triliun itu kan perkiraan, bisa diatas bisa di bawah. Kita gak bayarin semua, jadi dari perhitungan kurs yang ada lebih dari itu makanya diputuskan bayar Rp 210triliun," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: