Jadi BUMN, Inalum langsung bangun PLTU US$300 juta

Jum'at, 20 Desember 2013 | 08:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tidak butuh waktu lama bagi PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) untuk beraksi setelah resmi dimiliki Indonesia. Pasalnya, Inalum langsung berencana membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 3 x 200 MW senilai US$300 juta pada tahun depan.

Direktur Utama Inalum Sahala Hasoloan Sijabat mengatakan, pembangunan pembangkit listrik itu akan mendukung rencana peningkatan kapasitas produksi sebesar 70% dari 250.000 ton per tahun menjadi 425.000 ton per tahun.

Menurutnya, pembangkit listrik itu diharapkan bisa mulai dikerjakan tahun depan dan ditargetkan rampung 2017 mendatang. “Pembangunannya 2—3 tahun,” tuturnya, Jumat (20/12/2013).

Menurut dia, pendanaan ekspansi tersebut bersumber dari kas internal perusahaan yang berbasis di Sumatra itu. Namun sayang, dia enggan menyebutkan kas yang sedang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Dalam kurun 2 tahun ke depan, Inalum akan melakukan diversifikasi produk dari ingot (batangan) akan ditambah dengan billet dan alloy, serta penjualan anoda panggang.

Selain itu, Inalum juga akan memperluas pelabuhan karena langkah tersebut dinilai menjadi program yang sangat mendesak untuk direalisasikan.

Dia menjelaskan, saat ini Pelabuhan Inalum hanya dapat menampung kapal berbobot muatan 25.000 ton. Nantinya, perseroan akan melakukan upaya peningkatan muatan sampai dengan 35.000 ton.

“Namun, nilai investasinya tidak terlalu besar. Mungkin puluhan juta dollar AS saja,” tuturnya seperti diberitakan Bisnis Indonesia.

Dia menambahkan, Inalum akan melakukan konsolidasi secara internal untuk merumuskan strategi ke depan, termasuk mengambil peran lebih besar bagi pengembangan industri hilir aluminium dalam negeri. “Kami juga akan menjaga reputasi perusahaan di bidang industri aluminium secara internasional,” tuturnya.

Sementara itu, Inalum berencana melakukan pengembangan ke sektor hulu mulai 2017 dengan membangun refinary alumina bekerjasama dengan perusahaan lain. kbc10

Bagikan artikel ini: