Diminati asing, SDM perikanan RI diberi gaji Rp70 juta per bulan

Senin, 28 Oktober 2013 | 13:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Profesi di sektor perikanan sangat menjanjikan. Bagaimana tidak, tenaga ahli terdidik perikanan akan diiming-imingi pendapatan hingga US$ 7.000 atau sekitar Rp 70 juta per bulan.

"Dalam satu tahun, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) meluluskan 400 siswa. Dari jumlah itu, 320 di antaranya bekerja di luar negeri dengan gaji cukup besar," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Suseno kepada kabarbisnis.com di sela Bursa Kerja Internasional Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Senin (28/10/2013).

Menurut Suseno, mereka diterima sebagai awak buah kapal (ABK) dan teknisi mesin kapal. Sejumlah kapal dari negara Taiwan, Korea Selatan, Jepang, hingga Uni Eropa macam Norwegia dan Spanyol menggunakan sumber daya terlatih asal Indonesia.

Dalam paparan, meski tidak menyebutkan secara rigid, Suseno menuturkan, alumni sekolah perikanan tangkap lebih dari 80% di antaranya bekerja di luar negeri. Namun, komposisi itu terbalik untuk sektor budidaya, di mana 80% lulusan tenaga terdidik perikanan diterima di dalam negeri.

Kemudian industri pengolahan, mencapai 90%. Adapun sektor konservasi, 80% lulusan tenaga terdidik perikanan diterima di dalam negeri.

Janji perolehan gaji yang diterima SDM perikanan apabila bekerja sebagai kru kapal asing memang menggiurkan. Ahmad Rifai, Manager Operasional,PT Rafa Global Marine, menuturkan, pihaknya telah mengirimkan kru lebih dari 500 orang per tahun.

Gaji SDM terdidik setingkat perwira per bulannya dapat mencapai US$ 7.000 sebagai kru kapal Running Cargo Islandia. Sementara, untuk kapal kargo Refeer Korea maksimal bisa memperoleh US$ 3.500. Itu belum memperhitungkan bonus per perjalanan antara US$ 500-1.500.

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sharif C Sutardjo mengatakan, di tengah kondisi perekonomian dunia yang kurang kondusif akhir-akhir ini, sektor maritim masih dapat memberikan harapan bagi para pencari kerja. Tahun ini, terdapat 6.350 peluang kerja yang ditawarkan, terdiri atas 2.945 posisi perikanan tangkap, 154 budidaya, dan pengolahan membuka lowongan 550 posisi.

Sharif menambahkan, peluang kerja juga terbuka untuk industri maritim dan pengelolaan lingkungan laut, pesisir dan pulau kecil.

Sharif menambahkan, pihaknya memiliki tanggung jawab penyelenggaran diklat dan penyuluhan. Dengan begitu, penyediaan SDM perikanan dan kelautan berkualitas menjadi keharusan. kbc11

Bagikan artikel ini: