Di Hari Pahlawan, terminal 2 domestik Bandara Juanda siap dioperasikan

Selasa, 22 Oktober 2013 | 09:11 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Angkasa Pura I terus mengebut pengerjaan proyek Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya. Harapannya, jika sudah beroperasi nantinya akan mampu mengurai kepadatan penumpang di Terminal 1 yang tahun lalu mencapai 16,3 juta orang.

Pimpinan proyek Terminal 2 Juanda, Alip Nugroho mengatakan, pada 10 November 2013 atau di Hari Pahlawan nanti proyek senilai Rp 946 miliar ini diharapkan bisa dioperasikan sebagian, khususnya bagian keberangkatan dan kedatangan domestik.

Sedangkan terminal internasional direncanakan baru beroperasi pada Februari 2014. Terminal 2 Juanda dikonsep memiliki satu pintu masuk utama. Semua keberangkatan, baik domestik dan internasional, melalui pintu tersebut.

Dipaparkannya, terminal 2 Juanda dirancang lebih modern dan ramah lingkungan. Konsep interior bangunan memaksimalkan pemanfaatan sinar matahari saat siang hari. Tidak seperti Terminal 1, menurut Alip, semua orang bisa masuk area publik di dalam gedung utama Terminal 2. Namun tidak semua orang bisa leluasa masuk counter check in. Sebelum masuk area ini, penumpang wajib melewati screening check point 1 di lantai 1. Lewat check point 1, pergerakan calon penumpang antara yang mengantongi tiket dan yang tidak akan kelihatan.

Area counter check in keberangkatan domestik dan internasional dalam satu ruangan. Di Terminal 2 Juanda terpasang 49 meja check in, terbagi menjadi 40 meja check in untuk bagasi dan sembilan meja check in nonbagasi. Setelah check in, penumpang harus melalui screening check point 2 di lantai 2 untuk memisahkan penumpan domestik dan internasional. "Semua keberangkatan di lantai 2. Lantai 1 hanya untuk kedatangan dan pengambilan bagasi," ujarnya, Senin (21/10/2013).

Terminal baru tersebut berbentuk koridor yang memanjang dari barat ke timur. Luasnya mencapai 10.000 meter persegi. Adapun terminal domestik seluas 39.500 meter persegi. Terminal domestik memiliki 6 garbarata dengan rincian empat garbarata single dan satu garbarata double. Adapun terminal internasional terpasang tiga garbarata double. "Semua ada 12 garbarata," tandasnya seperti dikutip dari tempo.co.id.

Namun, bagi penumpang yang akan menggunakan pesawat jenis bombardier, ada area khusus di lantai 1. Jenis pesawat ini, kata Alip, memiliki karakteristik lebih rendah dan pendek, sehingga tidak memungkinkan jika penumpang masuk dari lantai 2 menggunakan garbarata. Garuda Indonesia sendiri rencananya bakal mengoperasikan bombardier di Terminal 2 Juanda. Adapun keberangkatan jenis pesawat narrow body dan wide body melalui lantai 2 serta memakai garbarata sebagai penghubung antara kabin pesawat dengan ruang tunggu. kbc10

Bagikan artikel ini: