Pesawat jatuh, Merpati rugi Rp100 miliar

Rabu, 12 Juni 2013 | 14:24 WIB ET

KUPANG, kabarbisnis.com: Manajemen Merpati Nusantara Airlines (MNA) mengaku mengalami kerugian sekitar Rp100 miliar terkait insiden jatuhnya pesawat jenis MA-60 dalam penerbangan dari Bandara Turelelo So'a Bajawa menuju Bandara El Tari Kupang pada Senin (10/6/2013) lalu.

"Manajemen Merpati mengalami kerugian 10 juta sampai 20 juta dolar Amerika Serrikat atau sekitar Rp100 miliar sebagai akibat dari insiden tersebut," kata Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines (MNA) Rudy Setyopurnomo di Kupang, Rabu (12/6/2013).

Dipaparkannya, kerugian itu masih seputaran satu unit pesawat jenis MA-60 yang mengalami kecelakaan tersebut. Meski demikian, kerugian itu masih bisa teratasi, karena yang lebih penting keselamatan penumpang.

Dia mengatakan, terhadap kejadian tersebut, Manajemen Merpati juga telah menyediakan asuransi bagi 46 penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut dan mengalami insiden.

Rudy mengakui insiden yang terjadi tersebut merupakan musibah yang tidak bisa dihindari. Menurut dia, pesawat MA-60 yang mengalami insiden itu merupakan pesawat tangguh dan canggih yang semua sukucadangnya merupakan produksi Amerika dan Eropa dan dirakit di China.

"Jadi sesungguhnya pesawat Merpati MA-60 itu memiliki sukucadang canggih dari Amerika dan Eropa. China hanya merakitnya," katanya.

Kendatipun demikian, lanjut dia, insiden itu merupakan musibah yang tidak bisa dihindari meskipun itu pesawat tercanggih buatan negara manapun.

"Tak ada perusahaan pesawat yang membuat pesawat untuk celaka dan tak ada pilot yang menerbangkan pesawat yang mudah jatuh. Itu prinsipnya, karena itu merupakan musibah alam," katanya.

Rudy juga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran pemerintah NTT, Lanud TNI AU dan Angkasa Pura I Bandara El Tari serta semua komponen masyarakat, yang telah membantu proses evakuasi badan pesawat dari landasan pacu begitu cepat dan penuh dedikasi.

Terkait keselamatan penerbangan, katanya dari sisi operasi Merpati memiliki simulator, yang bisa disimulasikan untuk penerbangan di rute-rute yang dilayani Merpati MA-60 termasuk di NTT.

"Selain dari sisi operasi, Merpati juga memiliki hanggar yang bisa melakukan overhall pesawat MA-60 di Surabaya," jelasnya seperti dikutip Antara.

Untuk itu, dia meminta masyarakat NTT tidak perlu takut menggunakan jasa angkutan penerbangan Merpati yang siap memberikan pelayanan terbaik.

Dia mengatakan, pesawat Merpati tipe MA-60 bernomor penerbangan MZ 6517 rute Soa Bajawa-Kupang yang mengalami pendaratan keras (hard landing) di Bandara El Tari, Kupang, NTT, Senin sekitar pukul 09.52 WITA, sebenarnya berada dalam kondisi layak terbang. kbc10

Bagikan artikel ini: