AP I siap tawari TNI AL mekanisme penyertaan modal

Selasa, 23 April 2013 | 07:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rencana pengembangan bandara Juanda Surabaya oleh PT Angkasa Pura I (AP I) masih menyisakan pekerjaan rumah, khususnya terkait lahan. Pasalnya, lahan yang bakal dimanfaatkan guna pembangunan proyek itu milik TNI AL.

Namun demikian, AP I menegaskan jika saat ini permasalahan itu tengah dibahas di Kementerian Pertahanan dan Kantor Wakil Presiden RI.

General Manager Bandara Juanda Surabaya Trikora Harjo mengatakan, pihaknya bersedia bila lahan Bandara Juanda dijadikan aset milik PT Angkasa Pura I melalui mekanisme penyertaan modal negara.

Trikora mengakui, saat ini izin mengenai pengalihan aset berupa lahan Bandara Juanda Surabaya sedang diproses di Kementerian Pertahanan dan Kantor Wakil Presiden.

“Tanah bandara atas nama TNI AL dan keputusan dari Pemerintah apakah dari TNI AL disertakan sebagai modal negara. Kita siap saja yang penting demi nusa dan bangsa," katanya di Jakarta, Senin (22/4/2013).

Dipaparkannya, lahan yang dimiliki TNI AL di Bandara Juanda Surabaya seluas 93.000 meter persegi dan pada awalnya Bandara Juanda digunakan sebagai bandara militer.

Trikora menambahkan, karena tingginya permintaan penerbangan maka pemerintah melalui keputusan tiga Menteri yaitu Menteri Perhubungan, Menteri Pertahanan dan Keamanan dan Menteri Keuangan untuk menggunakan Bandara Juanda sebagai bandar udara penerbangan sipil.

Dia menjelaskan, pengembangan terminal II Bandara Juanda Surabaya sebelumnya terhambat akibat kuranganya komunikasi antara pihak AP I dan pihak TNI AL. Proyek pengembangan terminal II Bandara Juanda Surabaya yang dilakukan di atas lahan seluas 4.900 meter sempat dihentikan selama satu bulan pada 2012.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Sutomo menyatakan pengembangan sejumlah bandara terhambat oleh permasalahan lahan milik negara yang menjadi aset milik TNI.

Tommy mengungkap, selain bandara Juanda Surabaya, pengembangan bandara Ahmad Yani Semarang juga terhambat masalah lahan pengembangan bandara yang dikelola TNI AD. kbc10

Bagikan artikel ini: