Dorong kapal pakai BBG, Pelni rogoh Rp5 triliun

Senin, 22 April 2013 | 17:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Upaya pemerintah untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) dan dikonversi ke bahan bakar gas (BBG) rupanya mendapat dukungan pelaku usaha transportasi nasional.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) misalnya, tengah berencana untuk beralih menggunakan BBG. Bahkan Juli tahun ini, BUMN ini siap meluncurkan Kapal motor Ciremai sebagai pilot project dual fuel. Kapal ini bisa dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. "Pelni akan beralih setelah melihat hasil yang dicapai Ciremai," kata Direktur Utama PELNI, Jussabella Sahea di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, investasi untuk memodifikasi Ciremai mencapai Rp 5 triliun. Selain memasang dual fuel, Pelni juga menambah kapasitas untuk barang kargo dan bagasi untuk Ciremai. Perseroan juga berencana untuk memodifikasi Kapal Motor Sinabung dan Kapal Motor Lawit. Jussabella mengatakan penggunaan BBG dilakukan untuk menekan biaya operasional Pelni.

Saat ini ongkos operasional Pelni dengan menggunakan BBM subsidi mencapai Rp 3 miliar. Selama ini Pelni melakukan penghemataan dengan mengurangi kecepatan kapal dan menggunakan Revolution Per Minute yang ekonomis. PT Pelni juga mengurangi jumlah pelayaran kapal saat low season. kbc10

Bagikan artikel ini: