Kucuri kredit rumah, BTN siapkan duit Rp26 triliun di 2013

Kamis, 28 Februari 2013 | 08:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Permintaan terhadap kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini diprediksi terus meningkat. Melihat potensi ini, PT Bank Tabungan Negara (BTN) pun menargetkan bisa menyalurkan KPR sebesar Rp 26 triliun sepanjang tahun ini. Angka ini melonjak 36% dari penyaluran KPR tahun sebelumnya sebesar Rp 19 triliun.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, pihaknya masih akan terus fokus untuk menyalurkan kredit untuk KPR sebagai bisnis utama perseroan.

Namun, untuk penetapan bunganya, dia mengaku masih harus menyesuaikan dengan biaya yang dikeluarkan perseroan.

"Bunganya tergantung cost kita. Tahun ini kita akan salurkan kredit KPR sampai Rp 26 triliun," kata Maryono saat paparan kinerja perseroan, di Gedung BTN, Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Untuk mencapai itu, dia menyebutkan, pihaknya akan melakukan strategi dengan menjaga DPK dan CASA. "Kalau bisa mencapai CASA lebih tinggi peluang menurunkan bunga ada. CASA kita relatif rendah," ujarnya.

Saat ini, dia menyebutkan, BTN mematok bunga KPR sebesar 7,49% fix 2 tahun. "KPR kita ada 2 jenis, yang subsidi dari pemerntah dan non subsidi. Yang non subsidi bunganya 7,49 persen fix 2 tahun dan disesuaikan setelah 2 tahun ditentukan oleh cost of fund kita," terangnya.

Dia menambahkan, untuk KPR subsidi ditargetkan bisa tumbuh 20% tahun ini, sementara KPR non subsidi akan ditargetkan lebih tinggi sebesar 35%. Dia menyebutkan, per September 2012 saja, realisasi FLPP baru terserap 22 ribu unit dari yang ditargetkan sebanyak 60 ribu unit.

"Dengan catatan yang subsidi walaupun 20 persen tapi akan menyerap seluruh KPR yang dicanangkan pemerintah," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: