2013, PT PAL butuh dana segar Rp1 triliun

Kamis, 25 Oktober 2012 | 13:45 WIB ET

SURABAYA, kabarbinsis.com: Setelah sempat terpuruk tahun lalu, produsen kapal pelat merah, PT PAL Indonesia (Persero), terus melakukan ekspansi untuk belanja modal maupun belanja operasional. Direktur Utama PT PAL Firmansyah Arifin mengatakan, pihaknya membutuhkan dana minimal Rp 1 triliun pada 2013 untuk memaksimalkan kapasitas produksi.

"Tahun depan kami proyeksikan kebutuhan dana mencapai Rp 1 trilun karena kami mulai mengerjakan proyek-proyek besar seperti pembangunan anjungan lepas pantai (rig) untuk pengeboran minyak," ujarnya kepada wartawan, Kamis (25/10/2012).

Ia menambahkan, dana untuk kebutuhan operasional dan modal kerja tersebut akan didapat dari penyertaan modal dari pemerintah dan fasilitas pembiayaan dari bank. Selain kepada bank pelat merah, PT PAL kini mulai mengajukan pinjaman untuk modal kerja ke bank-bank swasta. Salah satu yang sudah siap mengucurkan kreditnya adalah Bank UOB Buana.

Sebagai catatan, tahun 2011 lalu PT PAL mencatat rugi bersih sebebsar Rp 1,32 triliun, paling besar di antara BUMN se-Indonesia. Pemerintah pun terus mengucurkan bantuan dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) yang pada tahun 2012 ini mencapai Rp 648 miliar.

Sejak memegang jabatan tertinggi di PT PAL, Firmasnyah memulai merevitalisasi aset perseroan. Pada akhir semester I/2012, mantan Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) ini mampu membawa PT PAL meraih laba meski hanya Rp 4 juta.

Saat ini produsen kapal yang bebasis di Tanjung Perak Surabaya ini sedang megnerjakan 7 kapal pesanan, masing-masing 2 kapal tanker, 3 Kapal Cepat Rudal (KCR) dan 2 Tug Boat. PT PAL saat ini mempunyai 4 divisi usaha yakni divisi kapal perang, kapal niaga, general engineering, serta pemeliharaan dan perbaikan. Kbc8

Bagikan artikel ini: