SPBG minim, permintaan konverter kit melambat

Sabtu, 22 September 2012 | 13:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Masih terbatasnya infrastruktur stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) membuat permintaan komponen kendaraan berbahan bakar gas (BBG) konverter kit melambat. Padahal, minat masyarakat cukup besar seiring upaya pemerintah yang mendorong konversi BBG oleh kendaraan bermotor di dalam negeri.

Business Development Manager PT Autogas Indonesia MM Christianti mengatakan, sejak mulai beroperasi September tahun lalu hingga saat ini perusahaannya sudah menjual sekitar 800 unit converter kit.

“Sudah mulai banyak yang memasang alat ini di mobilnya, baik mobil angkutan umum seperti taksi maupun mobil pribadi. Saat ini kami sedang menunggu pesanan 1.000 unit lagi,” ujarnya, di sela Indonesia International Motor Show (IIMS), Jumat (21/9/2012).

Menurutnya, saat ini Autogas sedang mengikuti tender pengadaan converter kit untuk angkutan umum sebanyak 14.000 unit di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Jumlah inipun masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan jumlah mobil di Indonesia yang diperkirakan mencapai 11 juta unit.

Christianti mengatakan, saat ini masih sedikit stasiun pengisian bahan bakar gas yang tersedia namun pihaknya berharap agar pemerintah dan Pertamina bisa menambah jumlahnya.

Berdasarkan data Autogas, jumlah SPBG di Indonesia masih sedikit, bahkan terpusat di Jakarta. Di Jakarta hanya ada 10 stasiun pengisian Bahan Bakar Gas, dan 11 stasiun Pertamina ViGas yang sudah beroperasi.

Lalu ada tiga stasiun ViGas yang akan beroperasi dan tujuh stasiun yang sedang dalam proses pembangunan oleh swasta.

Christianti menambahkan bahwa penggunaan gas relatif aman karena pihaknya menyediakn servis berkala tiap 5.000 km. Penggunaan bahan bakar gas juga lebih irit dan ramah lingkungan. Para calon pengguna converter kit juga tidak perlu khawatir akan kehabisan gas di tengah jalan, karena alat ini masih memungkinkan mobil menggunakan BBM.

“Harga BBG berkisar antara Rp 3.100 per liter untuk compressed Natural Gas dan Rp 3.600 untuk Liquid Petroleum Gas. Konsumsinya juga kurang lebih sama dengan BBM yaitu 1:10 (1 liter untuk 10 km),” ujar dia.

Alat converter kit dijual mulai dari harga Rp12 juta hingga Rp18 juta tergantung kapasitas dan bahan tanki. Untuk pemasangan membutuhkan dua hari dan dilakukan di bengkel Autogas di Bumi Serpong Damai.

PT Autogas Indonesia merupakan anak perusahaan dari PT Draco International yang merupakan distributor dari alat converter kit bermerek Lovato dari Italia. Lovato menguasai 40 persen pangsa pasar converter kit di dunia. kbc10

Bagikan artikel ini: