Izin beres, 7 PG siap impor 173.000 ton gula

Senin, 10 September 2012 | 17:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Izin impor gula mentah (raw sugar) kepada 7 pabrik gula milik BUMN dan swasta sebanyak 173.000 ton sudah keluar, kecuali untuk PTPN II sebanyak 47.500 ton dan PTPN IX 40.000 ton yang belum dikeluarkan izinnya.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan seluruh izin impor raw sugar, kecuali untuk PTPN II yang masih dalam proses, karena masih proses update angka pengenal impor (API) dan nomor pengenal importir khusus (NPIK).

Sementara itu, katanya, PTPN IX sampai sekarang masih belum mengambil izin impor, karena perusahaan itu sedang menunggu rekomendasi dan izin dari Gubernur Jawa Timur.

"Izin impor [raw sugar] sudah dikeluarkan semua, kecuali PTPN II dan PTPN IX," ujarnya, Senin (10/9/2012).

Kementerian Pertanian melalui Dirjen Perkebunan telah mengeluarkan rekomendasi impor raw sugar untuk mengisi idle capacity [kapasitas tidak terpakai].

Rekomendasi itu yaitu untuk PTPN II sebanyak 47.500 ton, PTPN VII 7.500, PTPN IX sebanyak 40.000 ton, PTPN X 20.000 ton, PTPN XI 10.000 ton, PG Gorontalo 45.000 ton. Pemuka Sakti Madu Indah (PMSI) 20.000 ton, PT Industri Gula Nusantara (IGN) 50.000 ton, dan Madu Baru 20.000 ton, sehingga total 260.000 ton.

Pemerintah memberikan izin impor gula mentah sekitar 260.000 ton kepada pabrik gula berbahan tebu itu bertujuan agar stok gula pada akhir tahun ini sebanyak 1,1 juta ton yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi pada Januari-Juli 2013.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir mengatakan sampai saat ini baru izin impor raw sugar milik PT IGN yang sudah dikeluarkan oleh Kemendag.

"Saya juga kurang begitu tahu, kenapa izin impor belum dikeluarkan semua, baru PT IGN saja yang sudah keluar izinnya," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: