Bantu IKM, pemerintah gratiskan pendaftaran HKI

Kamis, 6 September 2012 | 12:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski pertumbuhan sektor industri kecil menengah (IKM) di dalam negeri cukup positif, namun tak banyak pelaku usaha IKM yang menjaga produknya dengan mendaftarkan ke Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Bahkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai kesadaran IKM terhadap manfaat HKI masih sangat rendah, sehingga memunculkan banyak kasus seperti perebutan merek dagang. Untuk itu, tahun ini Kemenperin menargetkan 150 merek dagang IKM mendaftarkan HKI, namun baru 100 merek yang mendaftar dan yang lolos hanya 60 merek.

"Pelaku IKM kurang berminat memiliki HKI karena proses yang harus ditempuh dalam pendaftaran cukup panjang dan harus ada sinopsisnya," kata Direktur Jenderal (Dirjen) IKM Kemenperin, Euis Saedah, di Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Biaya proses pendaftaran HKI, menurut Euis, gratis dan terdiri dari pendaftaran hak cipta, hak paten, merek, desain industri dan desain tata letak sirkuit terpadu.

"Selama ini banyak terjadinya rebutan merek dagang dan pencurian merek dengan mendaftarkannya duluan. Tidak jarang, terjadi pencipta merek yang digugat oleh pihak penirunya dan IKM harus selalu waspada," paparnya.

Masalah Pemalsuan merek terjadi pada pemilik CV Asia Pacific Aquatics (Astic Pet) Thedy Gunardi Teguh. Pasalnya, produk perusahaannya dengan merek Tubifex Worms (pakan ikan) dipalsukan oleh perusahaan pemilik merek Kiki-Pets.

"Pembuatan logo produk dan merek pakan ikan Tubifex Worms (Astic-Pets) sudah dilakukan sejak 1995. Produk pakan ikan ini mulai dipalsukan sejak 2006," katanya.

Thedy menyebutkan akibat pemalsuan merek, perusahaannya mengalami kerugian Rp15 miliar sejak 2006 hingga sekarang akibat merosotnya produksi dari 3 juta ton menjadi 1,5 juta ton.

"Ketika kami ingin melindungi hak ciptanya dengan mendaftarkan produknya tersebut, ternyata produk jiplakannya sudah mendaftarkan lebih dulu. Karena itu, kami meminta untuk penegak hukum menindak pihak-pihak yang terbukti menjiplak dan memalsukan karya cipta orang lain," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: