Fortune Mate rambah kawasan industri

Jum'at, 22 Juni 2012 | 17:38 WIB ET
(kabarbisnis/Purna Budi Nugraha)
(kabarbisnis/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Manajemen emiten PT Fortune Mate Indonesia Tbk masih cukup yakin sektor properti di dalam negeri tahun ini tumbuh positif. Itu pula yang mendasari perseroan untuk melakukan ekspansi dengan mengembangkan kawasan industri terpadu di Surabaya Barat pada tahun ini.

Direktur PT Fortune Mate Indonesia Tbk, Aprianto Soesanto mengatakan, sektor properti tahun ini masih akan melanjutkan tren positif. Apalagi dengan dukungan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup bagus, membuat pihaknya serius mengembangkan proyek kawasan industri yang notabene segmen yang dibidik korporasi.

"Khusus di Jatim, dengan dibukanya pelabuhan Teluk Lamong yang di dalamnya juga akan ada terminal multifungsi dan terintegrasi, kami sangat optimistis dengan ekspansi yang kami lakukan. Apalagi, lokasi yang kami pilih yakni di kawasan Osowilangun cukup berdekatan dengan pelabuhan yang masih dalam tahap pengembangan ini," kata Aprianto saat paparan publik hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan di Surabaya, Jumat (22/6/2012).

Guna merealisasikan proyek kawasan industri tersebut, lanjut dia, perseroan telah menyiapkan lahan seluas lebih dari 10 hektare. Luas lahan itu masih dalam tahap awal dan berpotensi terus bertambah.

Terkait konsep yang dipilih, pihaknya akan menerapkan konsep 3 in 1, dalam artian kawasan industri tersebut mengkombinasikan antara perkantoran, pergudangan, serta hunian.

"Bahkan bisa jadi lebih dari itu, karena kami juga akan mengembangkan kawasan itu sebagai kawasan berikat yang terintegrasi. Konsep ini yang sekarang lagi tren dan diminati pelaku usaha. Sayangnya pemainnya belum ada. Nah, kami isi pasar yang potensinya sangat besar ini," ungkap Aprianto yang enggan menyebut investasi awal untuk pengembangan kawasan industri tersebut.

Di sektor properti, PT Fortune Mate Indonesia Tbk selama ini telah mengembangkan sejumlah proyek perumahan segmen menengah di Surabaya. Proyek-proyek tersebut yakni Palm Residence, The Green Tamansari, Palm Oasis, dan satu proyek yang siap diluncurkan tahun ini yakni Royal Oasis.

Selama tahun 2011 lalu, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 23,78 miliar atau naik 116 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencatat pendapatan Rp 11,03 miliar. Kenaikan tersebut berhasil menekan angka kerugian yang dialami perseroan, dari rugi bersih yang dialami tahun 2010 sebesar Rp 5,31 miliar menjadi Rp 2,73 miliar pada 2011. kbc7

Bagikan artikel ini: