Ingin bangkit, PT PAL kejar omset Rp1,2 triliun

Selasa, 29 Mei 2012 | 11:52 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PAL Indonesia kini mengejar pendapatan sebesar Rp1,2 triliun. Selama ini perusahaan pelat merah itu masih terus merugi.

Direktur PT PAL Indonesia, Muhammad Firmansyah Arifin mengatakan, pada tahun 2011 PT PAL memang masih merugi. Akumulasi kerugian PAL sejak beberapa tahun terakhir hingga 2011 mencapai Rp1,32 triliun. Untuk itu, tahun ini pihaknya berupaya keras untuk menekannya dengan melakukan perbaikan kinerja perusahaan.

"Target pendapatan kami di tahun ini dikisaran Rp1,2 triliun. Terbesar memang akan disumbang dari pembangunan kapal baru, namun kami akan menggenjot pendapatan dari sektor pemeliharaan dan perbaikan atau reparasi kapal," ujar Firmansyah di Surabaya, Selasa (29/5/2012).

Menurut dia, sebenarnya potensi pemeliharaan kapal di Indonesia cukup besar, mengingat dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan. Jumlah kapal yang ada pastinya cukup besar dalam menunjang aktivitas masyarakat, khususnya aktifitas ekonomi dan industri yang ada serta aktifitas ketahanan negara. Dan seluruh kapal tersebut membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan.

"Untuk itu, di tahun ini sektor tersebut kami targetkan bisa berkontribusi sekitar 34% atau sebesar Rp400 miliar. Sementara untuk sektor pembangunan kapal baru, kami targetkan mencatat pendapatan sebesar Rp800 miliar," terangnya.

Agar order reparasi dan pembangunan kapal baru mengalir ke PT PAL, Firmansyah mengaku pihak managemen PT PAL rutin menggelar pertemuan bisnis dengan sejumlah calon pemesan kapal, baik domestik maupun luar negeri. "Kami optimistis bisa mengejarnya karena kami juga didukung oleh sekitar 300 teknisi terlatih dalam soal pengerjaan kapal," tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, PT PAL Indonesia juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan galangan China yang cukup besar, Yiu Lian Dockyard Limited. Melalui kerjasama ini, proyek pembangunan kapal dengan ukuran diatas 50.000 Dead Wight Tonnage (DWT) akan di Yiu Lian Dockyard, sementara yang dibawah 50.000 DWT akan dikerjakan oleh PT PAL Indonesia sendiri. kbc6

Bagikan artikel ini: