Pekerja mogok 5 hari, Indomilk Rugi Rp 20 M

Jum'at, 11 Mei 2012 | 14:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Diliburkannya produksi pabrik selama 5 hari akibat aksi pemogokan kerja karyawannya, produsen susu merek Indomilk, PT Indolakto harus menanggung kerugian hingga sekitar Rp 20 miliar.

Anak usaha tidak langsung PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) itu terpaksa menghentikan produksi pabriknya di Jakarta untuk sementara sejak 7 Mei hingga 11 Mei, karena aksi 600 karyawan dari 1.100 orang berencana melakukan aksi mogok sejak 9 Mei.

Direktur dan Corporate Secretary INDF, Werianty Setiawan akibat dihentikannya produksi tersebut, berdampak pada berkurangnya penjualan Indolakto.

"Perkiraan kami nilai produksi sekitar Rp 20 miliar atau sekitar 0,5 persen dari total penjualan Indolakto di tahun 2011," kata Werianty dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/5/2012).

Aksi mogok tersebut terjadi terkait dengan tuntutan karyawan agar manajemen Indolakto menandatangani perjanjian kerja bersama (PKB) periode 2008-2010 untuk menjadi PKB periode 2012-2014.

Saat ini, Indolakto memiliki empat fasilitas produksi yang berlokasi di Jakarta, Cicurug (dua pabrik) dan Pandaan. Seluruh pabrik, kecuali di Jakarta sudah mencapai kesepakatan dan menandatangani PKB periode 2012-2014.

Werianty menjelaskan, saat ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) tengah melakukan mediasi lantaran manajemen dan karyawan mempertahankan pendiriannya.

Kedua belah pihak, lanjutnya, telah menyepakati sebagian besar pasal yang diatur dalam PKB periode 2012-2014. Namun sebagian belum diperoleh kata sepakat. Jika mediasi oleh Disnakertrans ini tidak membuahkan hasil, maka perbedaan pendapat ini akan dilanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial.

Aksi mogok itu sendiri direncanakan akan berakhir pada Jumat (11/5/2012) hari ini dan proses produksi pabrik di Jakarta ini diharapkan mulai beroperasi kembali pada Sabtu (12/5/2012) besok. kbc10

Bagikan artikel ini: