BBJ luncurkan produk komoditas syariah

Kamis, 13 Oktober 2011 | 16:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) secara resmi meluncurkan produk komoditas syariah. Produk ini adalah komoditas multilateral syariah pertama di Indonesia. Produk ini telah mendapat restu dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Produk ini akan memberi kemudahan bagi perbankan syariah nasional untuk bisa berinvestasi dalam rangka pengelolaan manajemen likuiditas mereka," ujar Direktur Utama BBJ Made Soekarwo dalam peluncuran produk komoditas syariah di Jakarta, Kamis (13/10/2011).

Dia menjelaskan, mekanismenya, nasabah bisa meminjam dana dari bank syariah untuk membeli komoditas di BBJ dengan sistem bagi hasil keuntungan antara nasabah dan bank syariah bersangkutan. Transaksi ini telah mengacu pada peraturan Bappebti UU No. 32 tahun 1997, lalu UU No. 10 tahun 2011, FATWA MUI No. 82/2011, dan Peraturan Bank Indonesia.

Direktur BBJ Bihar Sakti Wibowo menambahkan, pada tahap awal, baru lima komoditas yang akan ditransaksikan, yaitu cokelat (kakao), biji mete (kulit ari), biji mete (gelondongan), kopi grade arabika, dan kopi arabika asalan.

"Bagi hasil antara bank syariah dengan nasabah bergantung pada perjanjian masing-masing yang bersangkutan," kata Bihar.

Transaksi komoditas berbasis syariah ini, lanjut Bihar, berbeda dengan transaksi serupa di Malaysia. Perbedaannya ada pada sisi akad transaksi. Di Malaysia, transaksi hanya menggunakan dua akad, sedangkan di BBJ ada lima akad.

Pertama, akad bai`al musawamah, di mana terjadi transaksi jual beli antara bank dengan penjual komoditas secara tunai, karena penjual tidak memiliki kewajiban menjelaskan harga pokok dan keuntungan yang diperoleh.

Kedua, murabahah atau jual beli antara sesama bank syariah.

Ketiga, akad bai`al musawamah yang memungkinkan bila bank syariah ingin menjual lagi komoditas ke bursa yang merupakan wakil dari peserta pedagang komoditas.

Keempat, bai`al muqayyadah atau barter antara bursa dan pedagang komoditas.

Kelima, wakalah atau penyerahan kekuasaan. kbc9

Bagikan artikel ini: