Potensi melimpah, Jatim perlu bikin Bursa Komoditas

Kamis, 26 Mei 2011 | 16:48 WIB ET
Produk komoditas pertanian Jatim (dok. kabarbisnis.com)
Produk komoditas pertanian Jatim (dok. kabarbisnis.com)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim terus mendorong terbentuknya bursa komoditas di Jawa Timur. Bursa berjangka ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara meningkatkan nilai tambah bagi petani di Jatim dan melindungi dari cekikan tengkulak.

"Saat ini Jatim punya keunggulan di 12 komoditas pangan. Potensi ini akan terbuang jika tidak ada pengelolaan yang baik seperti pembentukan bursa komoditas ini," kata Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Muhammad Nafik, ditemui kabarbisnis.com di sela Focus Group Discussion pembentukan Bursa komoditas Jatim di Hotel Bisanta Bidakara, Kamis (26/5/2011).

Nafik mengatakan, Jatim mempunyai keunggulan di 12 komoditas utama tersebut. Selain hasilnya surplus, dari sisi kualitas pun komoditi perkebunan ini unggul dibanding daerah lain.

Ke-12 komoditi perkebunan diantaranya gula, kedelai, padi, cengkeh, jagung, tembakau, kakao dan beberapa komoditas lainnya, kini masih menjadi cara para tengkulak untuk mempermainkan harga.

Dengan bursa komoditas, serta didukung tata niaga yang jelas, maka petani akan menerima hasil yang lebih baik daripada yang mereka terima selama ini.

Dengan Bursa Komoditas, akan ada kepastian kualitas, kuantitas dan waktu pengiriman komoditas untuk perdagangan antar daerah.

Nafik menjelaskan, mekanisme Bursa Komoditas itu sendiri nantinya bisa menggunakan mekanisme resi gudang.

Hasil komoditas petani nantinya di sertifikasi dahulu dan kemudian di titipkan di gudang-gudang milik pemerintah yang sudah mengadopsi mekanisme resi gudang. Petani nantinya mendapat sertifikat resi gudang.

"Sertifikat tersebut yang nantinya bisa diperdagangkan di bursa komoditas dan bahkan dijaminkan ke bank untuk mendapatkan kredit. Dengan demikian jaluir melalui tengkulak akan terpangkas dan petani mendapat keuntungan lebih," jelas Nafik.

Focus Group Discussion (FGD) untuk mewujudkan bursa komoditi di Jatim ini merupakan gelaran kelima. Ke depan, forum yang diikuti dinas terkait ini akan merumuskan bentuk perusahaan yang akan menjadi pengelola bursa berjangka tersebut. "Saat ini kami masih mencari formula yang tepat bagi terwujudnya bursa komoditas ini. Target kami, akhir tahun bursa ini bisa terbentuk," kata Nafik. kbc8

Bagikan artikel ini: