Produsen kerek harga susu lokal

Jum'at, 20 Mei 2011 | 16:52 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Desakan petani susu terkait naiknya harga pakan untuk sapi perah membuat Industri Pengolahan Susu (IPS) akhirnya menaikkan harga beli produknya dari petani. PT Frisian Flag Indonesia (FFI) misalnya, baru saja menaikkan harga beli produk susu petani Rp 100 per liter atau sekitar 2,7 persen dari harga sebelumnya.

"Sebulan lalu kami memang menaikkan harga beli dari petani dari Rp 3.650 menjadi rata-rata Rp 3.750 per liter. Harga ini tidak berbeda jauh dengan harga beli bahan baku susu impor," kata Corporate Communication Manager PT FFI, Anton Susanto, saat ditemui kabarbisnis.com Jumat (20/5/2011).

Meski sudah dipatok di angka rata-rata Rp 3.750 per liter, Anton mengatakan harga beli IPS ke petani bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari harga tersebut. Hal ini terkait tergantung kualitas susu petani yang dihasilkan. "Jika susu yang dihasilkan kualitasnya lebih baik, seperti kandungan bakterinya lebih sedikit, atau kandungan protein dan lemaknya lebih tinggi, maka kami bisa beli dengan harga lebih tinggi. Begitu juga sebaliknya," tandas Anton.

Ia mengatakan, saat ini serapan susu dari petani lokal menyumbang 25 persen dari total kebutuhan susu FFI. Untuk menutupi kebutuhan produksi, pihaknya melakukan impor, paling banya dari Australia dan New Zealand. Untuk harga bahan baku susu impor saat ini, Anton mengatakan harganya sangat fluktuatif. "Mengikuti harga pasaran dunia," tuturnya.

Tahun 2010, Frisian Flag memproduksi sedikitnya 850 juta liter susu dalam satu tahun. Tahun ini ditargetkan ada peningkatan produksi susu sekitar 15 persen. Anton mengklaim pangsa pasar Frisian Flag di industri susu nasional mencapai 30 persen, jumlah ini merupakan yang terbesar dibanding pabrikan susu lainnya. kbc8

Bagikan artikel ini: