Priyo Suprobo raih PWI Jatim Award

Minggu, 27 Maret 2011 | 20:57 WIB ET
Priyo Suprobo
Priyo Suprobo

Karena tradisi juara ITS

BOLEH SAJA jabatan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) bakal tidak dipegangnya lagi. Tapi tidak ada pihak yang bisa membantah bahwa Priyo Suprobo telah berhasil membawa kampus yang dikomandaninya selama empat tahun (periode 2007-2011) melaju pesat dengan mengantongi sejumlah prestasi, tingkat nasional maupun internasional.

Tidak salah jika pada saat pemilihan Rektor ITS lalu Priyo Suprobo mengusung jargon "Tradisi Juara". Karena terbukti selama memimpin ITS banyak prestasi yang dicatat, mulai dari aspek kelembagaan kampus yang peringkatnya naik terus, prestasi kemahasiswaan di berbagai event nasional maupun internasional, sampai aspek lingkungan kampus.

Terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu daftar prestasi yang berhasil diraih oleh perguruan tinggi tersebut, baik secara kelembagaan, orang per-orang, maupun kelompok sewaktu rektornya dijabat Priyo Suprobo.

Selama periode itu kegiatan ilmiah karya mahasiswa naik 150%.

ITS juga berhasil membangun kemampuan kewirausahaan mahasiswa didiknya--setelah kampus itu mewajibkan mata kuliah Technopreneurship, dua SKS. Terbukti banyak lulusan baru ITS yang memilih jalur wirausaha mandiri, dan banyak yang terpilih sebagai juara pada setiap pemilihan Wirausaha Muda Mandiri versi Bank Mandiri.

Prestasi lainnya, ITS juga masuk 20 besar daftar pemeringkatan UI Green Metric Ranking of World Universities 2010, yakni pemeringkatan perguruan tinggi menggunakan komitmen pengembangan infrastruktur kampus yang ramah lingkungan sebagai indikatornya dan berorientasi pada kelestarian lingkungan hidup kampus. University of California, Barkeley, AS (skor 8,213) terpilih sebagai kampus hijau terbaik versi ini, disusul University of Nottingham, Inggris (skor 8,201) dan Northeastern University, USA (skor 7,909). Sementara Universitas Indonesia (UI) masuk ranking 15 dengan skor 6,875 dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) pada peringkat ke-18.

Peserta pemeringkatan ini tercatat 95 perguruan tinggi dari 35 negara di dunia. Selain itu banyak preastasi lainnya, termasuk versi pemeringkatan Webometrics dimana ITS berhasil menaikkan rankingnya secara signifikan.

Priyo Suprobo yang kelahiran Yogyakarta, 11 September 1959 lulusan Purdue University, Amerika Serikat ini meraih gelar profesor dalam bidang struktur beton dan pernah tercatat sebagai guru besar termuda di ITS pada usia 43 tahun--sebelum akhirnya rekor itu digeser oleh Agus Rubianto (saat itu 37 tahun).

Priyo Suprobo yang masih aktif di berbagai penelitian nasional dan internasional itu pernah mendapat penghargaan dari SOKA University – Jepang, anugerah GANESA WIRYA JASA UTAMA dari ITB, dan menerima Universal Life Appreciation dari MarkPlus Consulting. Hebatnya, salah satu hasil penemuan ilmiahnya sudah mengantongi Hak Paten (HAKI), yakni Alat Pengujian Kombinasi Kekuatan Tekan Hancur Karakteristik Beton yang Dipercepat.

Atas banyak prestasi ITS ini, maka pada hari Jumat 18 Maret 2011 malam, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Priyo Suprobo menerima PWI Jatim Award 2011 dalam rangka Peringatan/Resepsi Hari Pers Nasional 2011 dan HUT ke-65 PWI versi PWI Jawa Timur. Suprobo menerima award dalam kategori Tokoh Jawa Timur, secara khusus sebagai Tokoh Kampus. Penghargaan oleh PWI Jatim ini juga diberikan kepada Menpora Andi Malarangeng, Ketua PMI Yusuf Kalla, Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Dirut PLN Dahlan Iskan, Gubernur Jatim Soekarwo, Ketua Harian PB Pertina Sahat Simanjuntak, dan Ketua DKJT Achmad Fauzi. kbc1

Bagikan artikel ini: