Juanda ditutup mendadak, masyarakat merugi

Kamis, 3 Maret 2011 | 16:15 WIB ET
Penumpang di Bandara Juanda (dok. kabarbisnis.com)
Penumpang di Bandara Juanda (dok. kabarbisnis.com)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Penutupan sementara Bandar Udara Internasional Juanda selama kurang lebih 3 jam, dari pukul 11.00 WIB hingga jam 14.00 WIB, secara tiba-tiba mengakibatkan sejumlah jadwal penerbangan terpaksa ditunda. Akibatnya, banyak masyarakat pengguna jasa transportasi udara mengaku kecewa karena harus menunggu sekian lama.

Juliana, salah seorang penumpang asal Surabaya yang akan berangkat ke Jakarta dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengaku harus menunggu sekitar dua jam setengah karena jadwal penerbangan pesawat terpaksa ditunda. Hal yang sama juga dialami oleh beberapa penumpang dari maskapai lainnya yang jadwal penerbangannya sama.

Station Manager PT Garuda Indonesia Tbk di Juanda Surabaya Abdul Chotib menuturkan, penutupan itu terjadi karena dampak dari aspal run way Juanda yang terkelupas. Sehingga, pihak PT Angkasa Pura I melakukan perbaikan. Dengan adanya penutupan bandara secara tiba-tiba tersebut, pihaknya terpaksa harus menunda jadwal keberangkatan dua pesawat Garuda 313 dan 315 rute Surabaya-Jakarta.

"Untuk pesawat Garuda 313 ditunda dari jadwal berangkat jam 11.00 WIB menjadi berangkat jam 14.30 WIB. Sementara 315 dari jam 12.00 WIB menjadi 14.45 WIB. Semua pesawat penuh, kelas bisnis 12 orang dan kelas ekonomi 150 orang. Kejadian ini membuat penumpang kami protes sebab harus menunggu sekian lama. Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa karena pihak Angkasa Pura I tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya," ungkap Chotib.

Protes senada juga diungkapkan oleh pemilik Biro Perjalanan Haryono Surabaya, Haryono Gondosoewito, dan Ketua Dewan Pariwisata Indoensia (Depari) Jawa Timur Yusak Anshori. Langkah penutupan secara tiba-tiba ini jelas sangat merugikan masyarakat, karena mereka tidak bisa melakukan antisipasi dengan melakukan penjadwalan ulang keberangkatan.

"Pengelola Bandara Juanda harusnya memberitahukan ke setiap maskapai lebih awal sehingga pihak maskapai bisa menindaklanjuti dengan memberitahukan kepada calon penumpang mereka bahwa ada penundaan keberangkatan pesawat karena ada renovasi landasan pacu," kata Yusak Anshori.

Sementara itu, Haryono Gondosoewito juga menegaskan bahwa kondisi ini sangat merugikan masyarakat sebagai pengguna layanan penerbangan dan juag bisa mengganggu jadwal perjalanan wisatawan. kbc6

Bagikan artikel ini: