Industri kulit dan alas kaki Jatim kembali terempas

Rabu, 2 Februari 2011 | 03:20 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kondisi perekonomian domestik dan global yang kembali stabil di tahun 2010 ternyata tidak bisa mengerek kinerja industri kulit dan alas kaki kembali berjaya.

Setelah mengalami penurunan produksi sebesar 10% di triwulan III/2010, maka di triwulan IV industri padat karya ini kembali mengalami penurunan produksi lebih besar, mencapai 17,98% dibanding realisasi triwulan sebelumnya.

"Kondisi industri kulit dan alas kaki Jatim selama kurun waktu 2010 ini memang sedikit goyah. Pada triwulan III/2010 industri tersebut mengalami penurunan sebesar 10,33% sementara pada triwulan IV/2010 mengalami penurunan sebesar 17,98%," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Irlan Indrocahyo di Surabaya, Selasa (1/2/2011).

Penurunan produksi tersebut menurutnya lebih diakibatkan oleh derasnya gempuran produk alas kaki impor dari China yang harganya relatiof lebih murah dan turunnya permintaan pasar ekspor dunia. Akibatnya, penjualan alak kaki, baik dalam maupun luar negeri mengalami penurunan.

"Dan hal inilah yang akhirnya mengakibatkan kinerja produksi industri yang bersangkutan menjadi tertekan," katanya.

Beberapa industri kulit dan alas kaki tersebut menurut data BPS berada di kabupaten Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Gresik dan kota Surabaya.

Penurunan yang sama juga terjadi pada industri makanan dan minuman (mamin) serta industri penerbitan, percetakan dan reproduksi media rekaman. Selama triwulan IV/2010, industri mamin mengalami penurunan produksi sebesar 16,65% dibanding triwulan sebelumnya sementara industri penerbitan mengalami penurunan sebesar 13,32%.

"Kalau penurunan industri mamin ini lebih disebabkan besarnya permintaan atau produksi pada triwulan sebelumnya karena bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, sedangkan pada triwulan IV/2010 tidak ada momen yang sebesar itu. Kalaupun ada momen liburan, hanya natal dan tahun baru dimana permintaannya tidak akan sebanding dengan lebaran. Sehingga dalam perhitungan kami industri tersebut pada triwulan IV mengalami penurunan," terangnya panjang lebar.

Sementara secara umum, produksi industri manufaktur besar dan sedang di Jatim selama triwan IV/2010 mengalami peningkatan sebesar 0,88%, lebih rendah dari nasional yang mencapai 2,65%.

"Peningkatan terbesar terjadi pada industri barang galian bukan logam seperti semen, beton dan keramik yang mencapai sebesar 19,63%, disusul industri kendaraan bermotor naik 19,23%," lanjutnya. kbc6

Bagikan artikel ini: