Penjualan tas laptop melonjak 30%

Sabtu, 17 Juli 2010 | 19:26 WIB ET
tas laptop
tas laptop

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) memprediksi penjualan notebook di Indonesia tahun 2010, meningkat sekitar 30% atau mencapai 1,8 - 2 juta unit. Sayangnya kenaikan itu, belum diimbangi dengan peningkatan produksi tas laptop atau digital case nasional. Apalagi, pemain di dalam negeri masih sangat terbatas, sehingga produk tas jinjing impor banyak membajiri pasar Indonesia.

"Banjirnya tas laptop dari luar negeri memang tak bisa dibendung, yang penting bagaimana produksi lokal harus terus meningkatkan kualitas, desain dan terus promosi untuk menyaingi penjualan tas impor," ungkap Effendy, marketing manager PT. Eigerindo Multi Produk Industri yang memproduksi tas jinjing merk "Bodypack' pada Festival Komputer Indonesia 2010 di Jakarta, Sabtu (17/10/2010).

Dijelaskan, penjualan tas laptop mengalami kenaikan sekitar 10%-20% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini seiringi dengan meningkatnya garfik penjualan laptop yang sangat tinggi. Bodypack hanya mampu menemuhi kebutuhan pasar sekitar 30% dari total produksi Bodypack sekitar 20.000 unit per bulan.

"Terus terang, produk kami tak kalah dengan tas impor. Selain menggunakan bahan baku yang berkualitas tinggi, anti air (water rivilensi) karena menggunakan bahan polyester, resliting, tali serta pengait berstandar International juga modelnya mengeikuti tren masa kini. Selain itu, dari sisi harga pun lebih baru murah 30% dibandingkan produk impor," urainya.

Effendy optimis tahun 2011, tas laptop Bodypack akan memasuki pasar ekspor di kawasan Asean, mengingat potensi pasarnya sangat besar diperkirakan kebutuhannya mencapai 500.000 per bulan. Saat ini, Budypack baru membuka office di Singapura dan Malaysia sebagai pembuka peluang untuk menuju pasar ekspor. Kbc10

Bagikan artikel ini: