World Property Insight 2024 Tawarkan Investasi Properti dengan Imbal Hasil Menggiurkan

Senin, 13 Mei 2024 | 15:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Produk properti dinilai menjadi pilihan investasi menjanjikan. Pasalnya, selain harganya yang cenderung naik signifikan, juga memberikan imbal hasil yang menggiurkan.

Hal ini pula yang ditawarkan di ajang World Property Insight 2024 yang digelar di Galaxy Mall I Surabaya pada 13-19 Mei 2024.

Managing Director Galaxy Sumatra, Henry Nugroho mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia bukan hanya memburu produk properti di Tanah Air, namun banyak mereka yang melirik investasi properti di luar negeri. Selain kemudahan yang diberikan dan harganya yang masih relatif terjangkau, juga imbal hasil yang didapat sangat menjanjikan.

"Makanya saat ini di ajang World Property Insight 2024 ini kami menghadirkan produk properti di tiga negara, yakni Spanyol, Australia, dan Indonesia yakni di Batam," katanya di sela kegiatan World Property Insight 2024 di Galaxy Mall Surabaya, Senin (13/5/2024).

Dua negara pertama, yakni Australia dan Spanyol, dikatakan Henry selama ini menjadi pilihan utama orang Indonesia termasuk Surabaya membeli properti di luar negeri. "Bisa dibilang pembeli kami untuk produk di luar negeri itu 70 persen di Australia dan Spanyol. Nah, saat ini adalah kesempatan untuk berburu properti di Spanyol, karena kabarnya program Golden Visa untuk properti bakal dicabut. Jadi ini kesempatan bagus," ungkap Henry.

Sehingga, mereka yang membeli properti punya kesempatan untuk mendapatkan Golden Visa/Permanent Residence di Eropa, bebas tinggal, bisa bekerja dan bersekolah di 29 negara Schengen.

"Keuntungan Golden Visa ini adalah berlaku di sejumlah negara seperti Austria, Belgia, Finlandia, Jerman, Italia, Swedia, Swiss, dll serta tidak ada minimum stay. Keuntungan lainnya adalah Visa ini berlaku untuk satu keluarga termasuk suami isteri, kedua orang tua-mertua, dan semua anak dibawah 18 tahun," tandas Henry.

Khusus untuk properti di Spanyol, yang ditawarkan adalah jenis komersial namun sudah dikembangkan dan sudah dalam bentuk bangunan, baik ruko, toko ritel, SPBU, dan sebagainya. "Menariknya, dengan harga mulai Rp 8 miliar - Rp 9 miliar, pengembang sudah membangun atau merenovasi, dan sudah menyediakan calon penyewa, bahkan kotrak sewanya jangka panjang bisa 10-20 tahun dan rental yield 5-6% per tahun," ucap Henry.

Sementara itu untuk properti di Australia, menurut Pricipal Ray White HR Muhammad, Bambang Budiono, pihaknya menawarkan 5 kota favorit di Australia, diantaranya Sydney, Melbourne, Canberra, Perth dan Brisbane. "Pasca pandemi, para pelajar dan tenaga ahli mulai kembali ke sejumlah kota di Australia. Ini membuat shortage akan apartemen sewa, sehingga harganya melonjak," ungkapnya.

Dia bilang, salah satu kota dengan tingkat pertumbuhan penduduk tertinggi adalah Melbourne. Menurut Australian Bureau Of Statistic, Melbourne adalah kota dengan populasi terbanyak. Pertumbuhan kepadatan penduduk yang tinggi ini tentu berakibat pada kelangkaan hunian dan naiknya harga sewa rumah tinggal. Bahkan ekstremnya, banyak orang yang harus rela mengantre untuk mendapatkan sewa apartement.

"Melbourne mengalami kenaikan rata-rata harga sewa properti sebesar 15,2% secara tahunan. Warga Indonesia disebut-sebut menjadi investor properti langsung terbesar ketiga untuk pembelian properti di Australia," ucap Bambang.

Demikian pula dengan Sydney, selama 40 tahun terakhir ini pertumbuhan rata-rata properti yang terjadi di Kota Sydney mencapai 7,4% yang artinya adalah banyak properti yang nilainya menjadi dua kali lipat di setiap dekade. Dengan segala kelengkapan yang dimiliki oleh sebuah kota metropolitan ditambah pembangunan infrastruktur transporatasi yang masif, tidak lah mengherankan apabila Sydney menjadi salah satu kota yang paling diminati untuk dihuni di Australia.

Sementara Perth adalah salah satu kota yang paling terjangkau di Australia dari sisi harga properti relatif lebih murah dan biaya hidup lebih terjangkau dibandingkan kota-kota lainnya. Perth dikenal sebagai kota pendidikan. Ada banyak universitas kelas dunia di kota ini, mulai dari Curtain University, Murdoch University, University of Western Australia, Edith Cowan University, dan masih banyak lagi.

"Bukan hanya hunian, banyak properti komersial yang bisa menjadi pilihan investasi di Australia. Selain harganya yang terjangkau, juga pajak properti komersial lebih murah ketimbang hunian. Bahkan jika dijual ke orang asing, tidak ada tambahan tax," terangnya.

Selain properti Spanyol dan Australia, Batam merupakan salah satu kota di Indonesia yang cocok dijadikan pilihan destinasi investasi. Sebagai kawasan free trade zone yang sangat maju, setiap weekend dipenuhi oleh orang Singapura yang datang berkunjung.

Pihaknya menawarkan rumah dan vila di Serenity Central City di Sekupang. Kawasan ini dibangun di dekat pantai dengan fasilitas yang dikembangkan developer mulai private beach, beach club, hingga villa apung.

"Dengan harga untuk vila sekitar Rp 3,9 miliar dan rumah mulai Rp 900 jutaan, potensi investasi dari kenaikan harga maupun sewa sangat tinggi. Dengan tanda jadi hanya Rp 25 juta, pembeli bisa berhak untuk survei free tiket penerbangan dan menginap 2 hari 1 malam plus free kunjungan ke Singapura. Jadi properti yang kami hadirkan sangat istimewa," tambah Henry.

Pihaknya juga menawarkan sejumlah properti lainnya seperti di Malaysia, Portugal, Yunani, Singapura, Bali, Gili Trawangan, Labuan Bajo dan masih banyak lagi. kbc7

Bagikan artikel ini: