Kegiatan Usaha Moncer di Kuartal I, Pengusaha Sebut Momen Imlek hingga Lebaran

Selasa, 23 April 2024 | 13:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI), kinerja kegiatan dunia usaha meningkat pada kuartal I-2024 dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 14,11%, lebih tinggi dari SBT pada kuartal IV-2023 sebesar 13,17%.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, geliat dunia usaha menjadi lebih positif dan optimis pada kuartal I-2024.

Hal ini didukung oleh konsumsi domestik menjelang beberapa momentum daya beli masyarakat seperti tahun baru Imlek, pelaksanaan pemilu Februari lalu, bulan Ramadan, dan Hari Raya Lebaran.

"Kami melihat saat ini bahwa ekonomi Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan yang solid dan resilien meskipun tantangan eksternal terus membayangi," kata Yukki seperti dikutip, Selasa (23/4/2024).

Yukki menyampaikan, tantangan eksternal pada tahun 2024 masih dibayangi oleh perlambatan perekonomian yang terjadi di beberapa negara maju yang ditandai resesi, perlambatan konsumsi dan produksi di China, dampak perubahan iklim dan El Nino, juga ditambah dengan eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu mata rantai pasok.

Ini menyebabkan kenaikan harga komoditas dunia dan memicu kelanjutan inflasi serta era suku bunga tinggi.

Sepanjang tahun ini, Kadin menggarisbawahi konsumsi domestik menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Hingga Maret 2024, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat pada level 123, 8 atau masih lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya pada level 123,1.

"Kami melihat bahwa kepercayaan konsumen yang optimis ini juga ditopang oleh kemampuan daya beli yang juga kuat, seperti halnya tercatat pada Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) pada level 113,8 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada level 118,1 yang menggambarkan zona optimisme," ujarnya.

Selain itu, sejumlah investasi yang masuk pada sektor-sektor strategis proyek pemerintah juga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sepanjang tahun 2023 lalu, berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi pencapaian investasi telah melampaui target hingga 101,3 persen dari target yang ditetapkan atau mencapai Rp 1.418,9 triliun dibandingkan target Rp 1.400 triliun, di mana hal ini juga turut berkontribusi mendorong pembukaan lapangan kerja hampir 2 juta lapangan kerja.

Lebih lanjut, dirinya juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada ada level berkisar 4,9%-5%.

"Kami melihat potensi pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% dan berbagai proyek strategis nasional seperti hilirisasi, transisi energi baru terbarukan, dan pembangunan infrastruktur, akan menjadi daya tarik bagi peningkatan investasi dunia, terlebih dengan berlimpahnya sumber daya manusia produktif dan unggul yang semakin baik di Indonesia," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: