Penjualan Kafe dan Restoran di Jatim Meningkat 40 Persen Saat Ramadan

Kamis, 4 April 2024 | 08:57 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ramadan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momen yang ditunggu kalangan pelaku usaha kuliner di Tanah Air. Pasalnya, jumlah pengunjung mengalami peningkatan selama masuknya bulan Ramadan hingga libur Lebaran.

Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur bahkan menyebut sejak pekan ketiga bulan Ramadan tahun ini, penjualan sejumlah kafe dan restoran meningkat sekitar 40 persen dibanding hari biasa.

Bendara Umum Apkrindo Jatim, Unggul Riyadi mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, pada minggu pertama Ramadan umumnya penjualan  kafe dan resto masih belum terlalu kencang. Namun setelah memasuki minggu ketiga, omsetnya pun mulai terdongkrak karena banyak orang melakukan silaturahmi dengan keluarga, teman, hingga kolega.

“Kami ini akan terjadi sampai minggu keempat bulan puasa. Jadi pertumbuhannya perlahan-lahan sampai menjadi 40%, karena di awal puasa biasanya orang memilih untuk berbuka puasa di rumah bersama keluarga,” jelasnya di sela acara Buka Bersama Apkrindo Jatim, Selasa (2/4/2024).

Meski begitu, lanjutnya, pada saat hari H Lebaran biasanya sedikit melandai, tetapi pada H+2 peningkatan penjualan akan kembali terjadi, dan diprediksi akan berlangsung sampai H+7 Lebaran.

Ketua Bidang Program Apkrindo Jatim, Andre Winyoto menambahkan, secara umum para pengusaha kafe dan restoran berharap tahun ini pasar akan bertumbuh dibanding tahun lalu. Pasalnya, banyak momen libur panjang di 2024.

"Apalagi tahun ini jarak antara libur Lebaran dengan libur sekolah nggak berdekatan. Jadi kami berharap di momen-momen seperti libur Lebaran, libur sekolah, hingga akhir tahun nanti akan menjadi peak season bisnis kuliner," ujarnya.

Meski banyak tantangan yang dihadapi pengusaha kafe dan restoran di tahun ini, mulai gelaran Pemilu, Pilkada serentak, serta kenaikan sejumlah harga bahan pangan.

"Kami masih bisa menyiasati kenaikan harga bahan baku, mulai dengan mengurangi margin keuntungan, hingga kontrak jangka panjang. Kami bersyukur harga beberapa jenis bahan baku sudah melandai, seperti telur, cabe, sayuran. Namun untuk beras dan gula masih tinggi," ungkapnya.

Owner Oseng Sambel Leren Timur, Kevin Emerald mengungkapkan, momen Ramadan dan Lebaran memang menjadi salah satu peak season bagi industri food & beverage. Hal itu pula yang membuatnya berani ekspansi dengan membuka restoran baru di pusat perbelanjaan BG Junction Surabaya.

"Selain karena sudah lama memesan tempat ini, juga momennya pas Ramadan. Alhamdulillah sejak awal dibuka menjelang jam buka puasa dari 40 tempat duduk yang tersedia selalu penuh," ungkapnya.

Selain karena lokasinya yang strategis, menu makanan yang ditawarkan juga disukai oleh lidah orang Surabaya. Karena mengandalkan menu olahan sambel oseng dengan beragam pilihan bahan serta harga terjangkau.

"Ini adalah outlet kedua karena sebelumnya sudah ada di kawasan Juanda. Kami terus mengeluarkan inovasi-inovasi menu dan layanan untuk menarik banyak pengunjung," ujar Kevin yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Program Akrindo Jatim. kbc7

Bagikan artikel ini: