Masyarakat Diimbau Beli Tiket Pesawat H-10 hingga H-5 Lebaran, Ini Alasannya

Minggu, 31 Maret 2024 | 09:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengawasi perkembangan harga tiket angkutan umum menjelang musim mudik Lebaran 2024.

Guna menyiasati tingginya harga tiket pesawat, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau kepada masyarakat untuk membeli tiket pesawat jauh sebelum hari raya Lebaran. Pasalnya data menunjukkan, jumlah pemesanan tiket tertinggi terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran.

"Dengan data itu kami selaku regulator sudah membahas dengan teman-teman operator menghimbau masyarakat untuk menggunakan penerbangan lebih awal, yakni di H-10 sampai H-5," kata dia dikutip dari keterangannya, Minggu (31/3/2024).

"Di situ nanti bisa dapat diskon dan sebagainya," imbuhnya.

Menurut data PT Angkasa Pura Indonesia, rata-rata jumlah penumpang pada masa angkutan Lebaran 2024 (3 April - 18 April 2024) naik 9 persen dibanding rata-rata penumpang pada hari biasa.

Oleh karenanya, operator pesawat menambah jumlah penerbangan untuk mengakomodir tingginya jumlah pemudik. Di Bandara Soekarno-Hatta sendiri, ekstra flight direncanakan sebanyak 1.539, yakni 82 penerbangan internasional dan 1.457 penerbangan domestik.

"Kami memberikan kesempatan kepada operator untuk menambah ekstra flight disertai dengan peningkatan dari sisi pelayanan di bandara," tutur Budi.

Terkait tarif tiket pesawat, Budi mengingatkan kepada para operator untuk tidak melewati tarif batas atas (TBA). Sanksi akan diberikan kepada operator yang melanggar aturan tarif batas atas.

"Komitmen dari para operator harus kita pegang, itu sebagai suatu bagian pelayanan kita kepada masyarakat," ucapnya.

Sebelumnya, Kemenhub memastikan sejauh ini belum ada maskapai yang melanggar aturan TBA tiket pesawat. Hal ini merespons keluhan warganet di media sosial terkait mahalnya harga tiket pesawat pada periode Lebaran 2024 ini.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, harga tiket pesawat kelas ekonomi dari berbagai maskapai sampai saat ini masih sesuai aturan. "Sampai saat ini kami belum menemui pelanggaran TBA, karena kami masih pantau harga masih dalam koridor," ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk mencermati jenis penerbangan saat akan membeli tiket pesawat di online travel agent (OTA). Pasalnya, ada connecting flight alias penerbangan lanjutan yang harga tiketnya lebih mahal dibandingkan direct flight alias penerbangan langsung lantaran penerbangan tersebut melakukan transit selama beberapa saat di sejumlah bandara sebelum menuju bandara tujuan.

Bahkan kata Adita, sangat wajar jika harga tiket pesawat pada connecting flight meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan harga tiket direct flight. Adapun harga tiketnya tergantung pada rute connecting flight-nya.

"Harga di OTA perlu dicermati apakah flight direct atau connecting. Karena TBA adalah tarif satu penerbangan per rute," ucapnya.

Selain itu, dia menekankan harga tiket pesawat yang harus mengikuti aturan TBA dan tarif batas bawah (TBB) hanyalah kelas ekonomi saja. Sedangkan tarif kelas bisnis merupakan wewenang maskapai. kbc10

Bagikan artikel ini: