Harga Tiket Pesawat Naik Tinggi Jelang Lebaran, Begini Penjelasan Kemenhub

Senin, 25 Maret 2024 | 10:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Beberapa waktu lalu terdapat kabar viral di media sosial yang menyatakan kenaikan harga tiket pesawat jelang Lebaran 2024 naik sampai 300 persen.

Dalam unggahan tersebut, memperlihatkan penerbangan sambungan (connecting flight) maskapai Batik Air dan Super Air Jet yang masing-masing Rp4,767 juta dan Rp5,394 juta. Sementara itu, rute Jakarta - Singapura dengan Citilink dibanderol Rp3,686 juta dan Batik Air senilai Rp4,302 juta.

Terkait hal itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menemui pelanggaran Tarif Batas Atas (TBA) yang dilakukan suatu maskapai penerbangan.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menjelaskan, pihaknya masih terus memantau harga masih dalam koridor. 

"Informasi soal tarif yang mahal ini perlu dicermati. Karena tarif diatur dengan batas atas, dan dalam kondisi demand tinggi otomatis harga akan naik. Selama masih dalam koridor maka hal tersebut tidak melanggar ketentuan," ujarnya seperti dikutip, Senin (25/3/2024).

Adita melanjutkan, terkait dengan harga di aplikasi travel agent, perlu juga dicermati apakah itu penerbangan langsung atau lanjutan (connecting).

Dia menegaskan, TBA adalah tarif satu penerbangan per rute. Jika ada penerbangan connecting maka akan terjadi harga yang meningkat 2 kali bahkan bisa 3 kali lipat, tergantung rute connecting-nya Selain itu, lanjutnya, perlu dicek kelas penerbangan tersebut. Yang diatur pemerintah adalah tarif ekonomi saja, sedangkan tarif bisnis tidak diatur.

Selain itu perlu dipahami bahwa harga tiket itu terdiri dari beberapa komponen selain tarif yang diatur pemerintah.

"Ada komponen tarif lain termasuk pajak, Iuran Wajib Pesawat Udara (IWPU) dan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U). Maka tarif nett yang dibayar penumpang bisa jadi memang lebih tinggi dr TBA karena ada komponen tersebut," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: