Panen Raya, Kementan Ingin BUMN dan GPMT Serap Jagung Petani 1,8 Juta Ton

Kamis, 21 Maret 2024 | 14:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) optimis produksi jagung nasional pada Maret-April 2024 menembus 4 juta ton pipilan kering seperti diprediksi Kerangka Sample Area Badan Pusat Statistik (BPS). Diharapkan, Perum BULOG dan industri pakan ternak mampu menyerap sebesar 1,8 juta ton pipilan kering.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan produksi jagung nasional dengan pengawalan dari mulai persiapan masa tanam sampai mengawal panen dengan strategi yang lebih inovatif dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Suwandi, secara nasional panen raya jagung pada Maret di mencapai angka yang luar biasa, yaitu 2,29 juta ton. Kemudian panen raya tersebut berlanjut di bulan April dengan prediksi panen mencapai 1,76 juta ton jagung.

"Secara nasional bulan Maret ini panen sekitar 2,29 juta ton jagung 15% kadar air, dan nanti di bulan April masih dipanen raya juga sekitar 1,76 juta ton sehingga Maret - April mencapai 4 juta ton, dan itu angka KSA BPS," kata Suwandi dalam keterangan tertulis, saat panen raya jagung di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten, Rabu (20/3/2024).

Untuk itu, Suwandi berharap Perum BULOG segera melakukan penyerapan surplus jagung di tingkat petani minimal 500.000 ton (in-out) pada masa panen raya. Selain BULOG, gabungan pengusaha makanan ternak juga diharapkan melakukan penyerapan hingga 1,3 juta ton pada masa panen raya tahun ini serta meningkatkan kapasitas mesin pengeringnya.

"BULOG, GPMT, Pejagindo dan Pinsar juga harus bekerjasama untuk penyerapan jagung dari petani dan memanfaatkan dryer. Offtaker jagung juga diharapkan memperbanyak pembelian langsung dari petani untuk memperpendek rantai pasar sehingga harga menjadi lebih baik," tegasnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatangan MoU antara kelompok tani, Ketua GPMT, Pejagungindo, Sekda Tuban, BULOG, Bapanas, Satgas pangan dan Dirjen Tanaman Pangan Kementan untuk memaksimalkan penyerapan hasil panen raya jagung.

Suwandi menyampaikan apresiasinya atas panen raya jagung di Kabupaten Tuban yang dilaksanakan di lahan seluas 517 ha dengan provitas jagung yang akan dipanen mencapai 7 ton/ha. "Saya mewakili bapak Menteri Pertanian di agenda panen raya jagung ini, dan ini luar biasa (Kabupaten) Tuban itu sentranya jagung bukan hanya di Jawa Timur, juga jagung nasional," ujar Suwandi.

Luas panen jagung tahun 2024 periode Januari sampai Minggu ke-2 Maret 2024 di Kabupaten Tuban tercatat seluas 46.114 ha dan proyeksi Maret 2024 seluas 42.586 hadan April 1.513 ha. Adapun untuk luas tanam jagung di kecamatan Palang seluas 4.645 ha, di Desa Ngimbang seluas 517 ha.

Sementara realisasi panen jagung sampai dengan minggu ke-2 Maret 2024 seluas 2.264 hadan proyeksi Maret 2024 seluas 2.207 ha dan April 129 ha. Varietas jagung yang digunakan adalah NK 7328 dengan rata-rata produktivitas sebesar 7 ton/ha.

Suwandi menyampaikan pertanaman jagung tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan awal tahun 2023 lalu. Karena itu dirinya berharap panen raya ini bisa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan jagung untuk masyarakat.

"Kami hadir di tengah petani dalam rangka stabilisasi harga, dan kondisi pertanaman jagung di 4 bulan pertama ini jauh lebih tinggi dibanding Januari, Februari, Maret 2023," paparnya.

Dia menambahkan, sebuah kebijakan yang disepakati semua pihak, yaitu kebijakan fleksibilitas harga jagung. Kebijakan itu dibuat demi optimalisasi penyerapan jagung hasil panen raya.Petani mengusulkan ke Bapanas, kebijakan fleksibilitas Harga Acuan Pembelian (HAP)  bisa naik disesuaikan dengan biaya produksi petani.

"Langkah-langkah strategis dan antisipasi untuk panen raya jagung ialah meningkatkan luas tanam dan panen, sinergi Bulog untuk menyerap hasil panen jagung dengan Harga Acuan Pemerintah dan Asosiasi Pejagindo langsung mengambil hasil panen jagung petani di Indonesia," tuturnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Budi Wiyana mengatakan, luas lahan pertanian di Kabupaten Tuban tercatat seluas 159.779 ha, lahan persawahan tercatat 66.910 ha lebih dan lahan pertanian bukan persawahan mencapai 92.869 ha. Sedangkan luas wilayah administrasi Kabupaten Tuban adalah 183.994 ha.

Sebagai informasi, saat ini ada banyak lokasi panen raya yang kondisi harganya di bawah HAP. Diantaranya, Lampung Timur, Lampung Selatan, Luwu, Bone, Jeneponto, Wajo, Gorontalo, Barru, Tapanuli Utara, Pringsewu, Ciamis, Barito Utara, Karo, Pohuwato dan masih banyak daerah lainya.

Diharapkan, dalam waktu dekat fleksibilitas harga di sana sudah dikeluarkan pemerintah. kbc11

Bagikan artikel ini: