30 Juta Orang Terancam Gagal Naik Kereta pada Libur Lebaran 2024, Ada Apa?

Senin, 18 Maret 2024 | 10:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mencatat ada potensi 33,72 juta peminat moda kereta api pada mudik Lebaran 2024 dan masa arus balik periode 3-18 April 2024 atau H-7 dan H+7.

Namun, dari jumlah itu, sebagian besar tidak banyak terangkut sebagai penumpang karena kapasitas kereta api antar kota hanya sebanyak 3,31 juta. Artinya, akan ada sebanyak 30,41 juta calon peminat moda kereta api belum dapat terangkut saat periode itu.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Mohamad Risal Wasal mengatakan, saat potensi puncak arus mudik dengan kereta api, yakni H-4 dan arus balik H+3, jumlah penumpangnya berpotensi mencapai 3,4 juta, namun kapasitas keretanya hanya sebesar 3,31 juta.

"Sehingga, untuk puncak arus mudik akan ada ter share 900 ribu penumpang yang akan bisa menggunakan moda angkutan lainnya," kata Risal dikutip, Senin (18/3/2024).

Ditjen Perkeretaapian juga memperkirakan, untuk puncak mudik yang menggunakan kereta api regional jatuh pada H-3 Lebaran 2024 dan untuk puncak arus balik pada H+2 Lebaran. Total penggunanya akan mencapai 2,69 juta, dengan kapasitas angkut KA Perkotaan Regional 3,26 juta.

Sementara itu, untuk KA Perkotaan Komuter, puncak arus mudik akan jatuh pada H-5 dan arus balik H+5 dengan total penumpang berpotensi sebesar 14,42 juta. Kapasitas angkutan KA Perkotaan Komuter adalah sebesar 41,44 juta.

"Untuk pemesanan tiket PT KAI untuk KA Antarkota dapat dilakukan H-45, KA Bandara H-7, dan KA Perkotaan Regional H-7. Pemesanan tiket KA Whoosh dapat dilakukan H-14," ucap Risal.

Total potensi jumlah penumpang kereta api berbagai jenis itu naik dibandingkan realisasi pada masa mudik Lebaran 2023. Misalnya, untuk KA Antarkota meningkat 13,3% dibanding catatan pada 2023, KA Perkotaan Regional meningkat 10,3%, dan KA Perkotaan Komuter akan meningkat 26,7%. kbc10

Bagikan artikel ini: