Libur Lebaran 2024, Diprediksi Ada 4,4 Juta Orang Bepergian Naik Pesawat

Senin, 18 Maret 2024 | 08:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Jumlah penumpang transportasi udara selama periode Lebaran 2024 diprediksi mencapai 4,4 juta orang dengan rata-rata penumpang harian 275.416 orang. Jumlah ini naik sebesar 12 persen dibandingkan 2023.

Dari total 4,4 juta orang, proyeksi penumpang domestik diperkirakan sebesar 3,6 juta orang dengan rata-rata penumpang harian sebesar 224.650 atau naik sebesar 9 persen dibandingkan 2023.

Sedangkan, penumpang internasional selama periode Lebaran 2024 diperkirakan sebesar 812.241 dengan rata-rata penumpang 50.765 per hari. Ini merupakan kenaikan sebesar 26 persen dibandingkan 2023.

"Kondisi ini menunjukkan tren pemulihan demand yang positif di rute domestik maupun internasional melalui penambahan kapasitas tempat duduk serta reaktivitas rute maupun penambahan rute baru," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Maria Kristi Endah Murni, dikutip Senin (18/3/2024).

Maria juga menjelaskan, ada beberapa rute yang diaktivasi kembali, yang selama pandemi diditup. Sejumlah maskapai juga membuka rute baru di beberapa titik. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi pergerakan penumpang yang melonjak naik.

Kemudian untuk kesiapan armada pesawat, Maria mengungkapkan total ada 420 unit pesawat udara. Menurutnya, ketersediaan pesawat saat ini memenuhi untuk masa Lebaran 2024.

"Ketersediaan pesawat ini tentu sangat mencukupi ya karena memang hitungan kami kita hanya memerlukan pesawat aktivasi semua rute ini 320-an. Jadi masih ada kelebihan pesawat," lanjutnya.

Adapun untuk rute-rute favorit Maria menyebut masih sama seperti tahun sebelumnya dari domestik ini masih tertinggi Kualanamu, Surabaya, Makassar. Kemudian untuk rute internasional masih CGK-Singapura maupun Denpasar-Singapura, Kuala Lumpur, Perth, dan Jeddah untuk umrah.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dan melakukan persiapan dengan berbagai pihak lain.

"Kemenhub melakukan persiapan secara operasional dan kebijakan dalam pengendalian pengaturan, transportasi dan penanganan secara komprehensif bersama instansi pemerintah pusat, Pemda, Polri dan swasta BUMN serta BUMD," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: